Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada hari Rabu waktu setempat alias Kamis (11/6/2026) awal hari. Presiden AS Donald Trump apalagi berjanji untuk "memukul Iran dengan keras" setelah menuduh para perunding Teheran "mempermainkan AS sebagai orang bodoh".
Hal ini membikin Iran memberi ancaman jawaban kepada semua kapal di Selat Hormuz. Komando Khatam al-Anbiya mengatakan Selat Hormuz sekarang tutup total di mana semua kapal nan melintas bakal ditembak.
"Setiap lampau lintas kapal nan melalui Selat Hormuz bakal menjadi sasaran," tegasnya dimuat instansi buletin Tasnim, sebagaimana dimuat AFP.
"Selat Hormuz sepenuhnya tertutup untuk semua jenis kapal," tambahnya.
Ancaman juga dikatakan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC). Dilaporkan bahwa dua kapal nan mencoba melewati Selat Hormuz tanpa izin Iran diserang.
"Menyusul pelanggaran berulang kali terhadap gencatan senjata oleh musuh Amerika, Selat Hormuz bakal ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut," katanya.
"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal nan boleh meninggalkan pelabuhannya di Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz bakal dianggap kerja sama dengan musuh," ujarnya lagi.
Media Iran melaporkan ledakan terdengar di selatan negara itu dekat Selat Hormuz kemarin. Wilayah ini, mengutip AFP, kemungkinan sama dengan letak di mana pasukan AS telah membombardir pertahanan udara, radar dan situs lainnya pada hari Selasa.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·