Iran Beralih ke Jalur Logistik Kereta Api China Demi Hindari Blokade AS

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Petugas berdiri di pintu kereta sigap nan merupakan kereta pertama nan meninggalkan Stasiun Kereta Api Hankou Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4). Foto: REUTERS / Aly Song

Iran sekarang memanfaatkan jalur kereta api China sebagai arus logistik pengganti untuk menghindari blokade Amerika Serikat (AS) di jalur laut, termasuk Selat Hormuz.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (9/5), jumlah kereta peralatan nan berangkat dari Xi'an, China, menuju ke ibu kota Iran, Teheran, telah meningkat dari sekitar satu kereta per minggu sebelum perang menjadi satu kereta setiap tiga alias empat hari sejak dimulainya blokade pada 13 April 2026.

Seorang sumber mengatakan, perihal ini menyebabkan biaya pengiriman peralatan telah melonjak, dengan penawaran untuk pengiriman kontainer standar 40 kaki di sepanjang rute tersebut mencapai USD 7.000 minggu ini, kira-kira 40 persen lebih tinggi dari biasanya.

Rute nan melewati Kazakhstan dan Turkmenistan ini hanya dapat sedikit membantu mengatasi blokade AS. Jalur kereta api ini juga menambah ketergantungan Iran pada negara manufaktur terbesar di dunia, dengan China nan membeli nyaris seluruh minyak Iran.

Adapun operasi angkatan laut AS dimulai sekitar tiga minggu lalu. Operasi ini mencegah Iran mengekspor sebagian besar minyaknya dan mengimpor pasokan biji-bijian nan sangat penting. Hingga kini, sudah ada tanda-tanda tekanan pada ekonomi Iran, dengan nilai tukar rial nan merosot.

Untuk saat ini, perdagangan sebagian besar berkarakter satu arah, dengan kontainer menuju Iran berisi barang-barang industri dan konsumen, termasuk suku cadang otomotif, generator, dan elektronik, kata sumber tersebut.

Pejabat Iran mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jalur kereta api untuk mengekspor produk seperti petrokimia dan bahan bakar di kemudian hari.

“Sebelumnya, kereta-kereta ini sama sekali tidak beraksi selama beberapa minggu. Sekarang sudah penuh dipesan untuk bulan Mei,” kata Direktur Pelaksana Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun, sebuah pemasok pemesanan pikulan kereta api nan unik bergerak di bagian perdagangan dengan China.

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Dursun sedang merencanakan untuk menambah kapabilitas lebih lanjut pada Juni. Setiap kereta dari Xi'an mengangkut sekitar 50 kontainer standar berukuran 40 kaki, katanya, sementara kapal kontainer jarak jauh dapat menampung ribuan kontainer.

Kendati begitu, perusahaan Kereta Api Republik Islam Iran, operator kereta api milik negara, tidak menanggapi permintaan komentar.

Sejak perang meletus pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, China telah berulang kali menyerukan gencatan senjata dan membantah telah mengirimkan senjata kepada mitra nan sedang terkepung itu.

Beijing telah meningkatkan diplomasi dalam beberapa hari terakhir, menjelang pertemuan krusial pekan depan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Hubungan finansial dan perdagangan nan luas dengan negara-negara Teluk Persia lainnya telah membikin Beijing berupaya menyeimbangkan komitmen di wilayah tempat mereka telah mengumpulkan investasi dan proyek bangunan senilai sekitar USD 270 miliar selama dua dasawarsa terakhir.

Rute melalui China adalah salah satu titik dalam upaya nan lebih luas dan telah berjalan selama bertahun-tahun oleh Teheran untuk memperluas koridor logistik dengan sekutu dan melindungi diri dari tekanan Barat.

Kereta peralatan China Foto: Reuters/Stringer

Pada Februari 2025, China meresmikan jalur kereta api peralatan langsung ke Hairatan di Afghanistan utara, seperti nan dilaporkan Xinhua, dan beberapa bulan kemudian Uzbekistan dan Afghanistan mengumumkan rencana untuk memperpanjang jalur kereta api ke Herat, nan berjarak sekitar 130 kilometer dari perbatasan Iran.

Pada Oktober, Iran mulai mengekspor solar melalui kereta api untuk pertama kalinya ke Afghanistan menggunakan jalur kereta api Khaf-Herat sepanjang 225 kilometer nan menghubungkan provinsi Khorasan-e Razavi di timur laut Iran dengan Herat.

Selain jalur kereta api nan menghubungkannya dengan China, Iran telah berkomitmen untuk menghabiskan miliaran dolar untuk jalur utara-selatan nan menghubungkannya dengan Rusia. Menurut instansi buletin semi-resmi Fars, Iran dapat mengalihkan 40 persen dari perdagangan maritimnya nan biasa ke jalur darat.

Permintaan truk dari Turki juga meningkat sejak dimulainya blokade, kata sebuah perusahaan pengiriman peralatan di Istanbul, menambahkan bahwa sebagian besar muatan baru tersebut membawa makanan dan minyak kembang matahari.

Dengan sebagian besar pelabuhan laut Iran terputus, rute impor pengganti apa pun sangat dibutuhkan lantaran Teheran berupaya menjaga perekonomian tetap melangkah dan meminimalkan kekurangan pasokan nan mendorong inflasi. Depresiasi mata duit nan sigap memicu protes mematikan terhadap Republik Islam pada bulan Januari, dan sejak itu rial melemah ke level terendah baru terhadap dolar.

Presiden Masoud Pezeshkian mengkritik para pedagang lantaran mencari untung dan menimbun peralatan pada hari Rabu, dan berjanji bakal mengambil tindakan serius terhadap setiap pelanggaran nan mengganggu perdamaian masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan