Iran Balas Serangan AS, Klaim Hantam 22 Target Militer di Kawasan Teluk

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jejak rudal terlihat melintasi langit di atas Netanya, Rabu (8/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Foto: Jack Guez/AFP

Iran menyatakan menyerang 22 sasaran nan mengenai dengan Amerika Serikat (AS) di area Teluk pada Rabu (11/6), termasuk pangkalan militer AS di Yordania, sebagai jawaban atas serangan Washington terhadap sejumlah akomodasi Iran di sekitar Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, serangan itu menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak Iran dan AS menyepakati gencatan senjata pada April lalu.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan empat sasaran di Pangkalan Al-Azraq, Yordania, dihantam rudal jarak jauh.

IRGC menyatakan sasaran tersebut mencakup hanggar jet tempur F-35 dan pusat komando militer AS.

Iran juga mengaku melancarkan serangan drone ke Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait serta markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

IRGC memperingatkan bakal memberikan "respons nan menghancurkan dan tegas" jika AS kembali melancarkan serangan.

Balasan atas Operasi AS di Selat Hormuz

Menurut laporan Reuters, serangan Iran dilakukan setelah militer AS menggempur sistem pertahanan udara, radar pengawas, dan pusat kendali Iran di sekitar Selat Hormuz.

Helikopter Apache AH-64D milik Angkatan Darat AS terbang rendah saat latihan militer Polandia dan negara-negara sekutu NATO di Orzysz, Polandia barat laut, (17/9/2025). Foto: Wojtek Radwanski/AFP

Presiden AS Donald Trump, mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah sebuah helikopter Apache AS jatuh sehari sebelumnya.

"Saya percaya responsnya kudu sangat kuat dan sangat tegas, dan inilah corak respons itu," kata Trump kepada ABC News, dikutip Reuters.

Yordania, Kuwait, dan Bahrain Aktifkan Pertahanan Udara

Militer Yordania menyatakan sukses mencegat lima rudal nan ditembakkan Iran ke arah Pangkalan Al-Azraq, menurut laporan AFP.

Pecahan rudal jatuh di wilayah Yordania, namun tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.

Sementara itu, Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya setelah muncul klaim serangan drone Iran ke pangkalan AS di negara tersebut.

Asap membubung di langit setelah terdengar ledakan di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2). Foto: Stringer/REUTERS

Bahrain juga membunyikan sirene peringatan dan meminta penduduk mencari tempat kondusif sebelum kemudian menyatakan serangan sukses digagalkan.

Seorang pejabat AS mengatakan penilaian awal menunjukkan nyaris seluruh rudal dan drone Iran sukses dicegat.

Hingga sekarang belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada akomodasi AS, meski Pentagon belum memberikan komentar resmi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan