PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias Initial Public Offering (IPO) hari ini, Jumat (10/4). Perusahaan mencatat oversubscription hingga 386,86 kali, sementara sahamnya langsung melesat menyentuh auto rejection atas (ARA) pada hari pertama perdagangannya.
WBSA merupakan perusahaan pertama nan melantai di BEI pada 2026, bergerak dalam bagian logistik multimoda terintegrasi end-to-end melalui jasa transportasi darat, freight forwarding, dan penyimpanan. Saat pencatatan perdananya, saham WBSA melesat 34,52 persen alias sebesar 58 poin dan bertengger pada level Rp 226 per saham.
BSA Logistics menawarkan sebanyak 1.800.000.000 saham baru alias setara dengan 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai penawaran sebesar Rp 168 per saham. Sehingga perseroan sukses menghimpun biaya segar Rp 302,4 miliar.
Dana hasil IPO tersebut bakal digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor pikulan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat jasa logistik end-to-end, serta untuk shopping modal guna meningkatkan kapabilitas operasional dan efisiensi layanan.
Direktur Utama BSA Logistics, Edwin Wibowo, mengatakan pentingnya logistik dalam perekonomian dunia dan domestik. Katanya, penutupan Selat Hormuz oleh Iran langsung mengakibatkan stabilitas ekonomi bumi terguncang.
"Indonesia berkesempatan untuk menjadi penyambung supply chain global. Di saat sekarang ini dalam kondisi krisis daya dunia, Indonesia nan kaya bakal natural resource dan komoditas mempunyai kesempatan emas untuk menjadi peran krusial dalam supply chain global," jelas Edwin di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/4).
Aksi IPO BSA Logistics dikawal dua perusahaan sekuritas nan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, ialah OCBC Sekuritas, dan Semesta Indovest Sekuritas. Sedangkan, bertindak sebagai penjamin emisi pengaruh ialah Indo Capital Sekuritas.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·