Interaksi dengan Penonton, Streamer Ini Raup Rp24 Juta dalam Semalam LIVE

Sedang Trending 6 jam yang lalu

loading...

Andika Yulian Saputra namalain Kabol membuktikan kedekatan hubungan bisa menggerakkan penonton hingga menghasilkan omzet Rp24 juta hanya dalam siaran satu malam di TikTok. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Bagi penikmat gim Free Fire , menyaksikan turnamen tak melulu kudu lewat siaran resmi. Fenomena siaran ulasan berdikari nan dijalankan Andika Yulian Saputra (21) namalain Kabol menjadi buktinya. Mahasiswa Universitas PGRI Madiun ini membuktikan bahwa kedekatan hubungan bisa menggerakkan penonton hingga menghasilkan omzet Rp24 juta hanya dalam siaran satu malam di TikTok .

Daya tarik akun @kaabol7 melesat tajam saat bergulirnya babak pertama Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Dalam satu malam siaran, jumlah pengikut akunnya melompat dari 2.000 menjadi 13.000 orang, hanya dengan modal dua ponsel dan satu kipas angin dari bilik rumahnya. Baca juga: Rahasia Mudah Booyah di Free Fire, Ini 10 Tips dari Kreator Konten Falintino FF

Penonton nan datang tidak disuguhi tayangan ulang pertandingan resmi, melainkan ruang obrolan dan ulasan santuy setelah pertandingan usai. Kabol secara tegas memilih untuk menghormati kewenangan cipta turnamen. "Menyiarkan ulang itu bukan kewenangan saya. Jadi saya nonton dulu, selesai pertandingan baru saya LIVE ," kata Kabol, Kamis (27/8/2026).

Membangun Komunitas Lewat Jam Tayang Disiplin
Suasana siaran nan interaktif membikin audiens memperkuat hingga larut malam. Untuk menjaga keterikatan tersebut, Kabol menerapkan pembagian jenis konten nan terukur antara siaran langsung dan potongan klip video. "LIVE itu untuk nan sudah kenal saya. Klipnya nan mencari penonton baru," ujarnya.

Keterikatan audiens ini disoroti oleh pengamat ekonomi imajinatif Ratna Puspitasari. Menurut Ratna, penonton platform digital di wilayah mencari keterikatan rutinitas dan organisasi daripada sekadar menonton tayangan turnamen itu sendiri.

"Orang menyangka pembuat wilayah tumbuh lantaran satu video viral. Data perilaku menunjukkan sebaliknya," tutur Ratna. "Yang menahan audiens adalah keterulangan. Jam tayang nan tetap membangun kebiasaan, dan kebiasaan lebih tahan lama daripada algoritma."

Ratna juga menambahkan bahwa potensi ekonomi dari hubungan organisasi ini berkembang di tengah perputaran industri gim nasional nan mencapai Rp 25 triliun pada 2022. Meski demikian, Perpres No 19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional dinilai belum memayungi ekosistem pembuat di tingkat akar rumput.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews