Jakarta -
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pihaknya tengah membahas nasib insentif kendaraan listrik. Dia mengaku telah melakukan pertemuan dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) di instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengaku menanyakan corak insentif nan diperlukan oleh industri mobil listrik. Namun begitu, dia mengaku pembahasan mengenai insentif ini tetap belum selesai.
"GAIKINDO ngundang mau pameran mobil. Tapi juga obrolan untuk, misalnya jika perlu insentif, insentif seperti apa untuk mobil listrik? Dan lain-lain. Ini diskusinya belum selesai, kelak tetap bakal saya ketemu lagi dengan mereka," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk motor listrik, kata Purbaya, pihaknya tetap melakukan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin)."Saya tetap bakal bicarakan dengan menteri perindustrian. Pak Menteri Perindustrian, kita bakal bicarakan, tapi kita kira-kira bakal ada insentif untuk motor listrik nan baru," imbuh Purbaya.
Sebagai informasi, Purbaya diketahui telah menggelar pertemuan dengan jejeran GAIKINDO. Pertemuan ini konsentrasi membahas penguatan pasar otomotif domestik serta percepatan transisi menuju kendaraan listrik (EV) dan hybrid di Indonesia. Berdasarkan info GAIKINDO, penjualan mobil pada kuartal pertama tahun 2026 diketahui mengalami peningkatan dibanding periode nan sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong lonjakan mengambil kendaraan listrik nan signifikan.
Purbaya menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan support kebijakan bagi industri otomotif dalam negeri. Beberapa poin utama nan dibahas meliputi peningkatan daya saing dan transisi di bagian otomotif.
"Pemerintah berkomitmen memberikan support agar industri otomotif dalam negeri semakin kompetitif secara global, sekaligus mendorong transisi menuju kendaraan nan lebih bersih," ujar Purbaya dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026) kemarin.
(ahi/hal)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·