Ilustrasi(Dok Istimewa)
Pertumbuhan industri kreatif berbasis digital di Indonesia terus membuka ruang ekonomi baru bagi generasi muda. Tak hanya menghadirkan kesempatan bagi developer teknologi, sektor ini juga melahirkan beragam model upaya imajinatif nan menghubungkan komunitas, kreator konten, dan pelaku ekonomi digital dalam satu ekosistem saling mendukung.
Perkembangan ini terlihat dari semakin besarnya aktivitas ekonomi nan lahir dari industri gim dan e-sports. Berbagai jasa pendukung, mulai dari pengelolaan komunitas, jasa kreatif, transaksi digital, hingga produksi konten, sekarang jadi bagian krusial pertumbuhan industri imajinatif nasional dan menciptakan lapangan kerja baru bagi talenta muda.
Di tengah tren tersebut, sejumlah pelaku upaya lokal bisa menunjukkan bahwa produktivitas dan pemahaman pada kebutuhan organisasi bisa berkembang menjadi upaya berbobot tinggi.
Dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan berbasis komunitas, mereka bisa membangun ekosistem digital nan tidak hanya menghasilkan untung ekonomi, tapi juga jadi wadah pengembangan talenta kreatif. Salah satu kisah sukses datang dari Valforum, perusahaan rintisan lokal nan mendominasi pasar pemenuhan kebutuhan game Valorant di Indonesia.
Berawal dari upaya berskala mini pada 2021, platform ini berkembang menjadi pusat ekosistem bagi pemain dan pembuat konten digital dengan menyediakan jasa transaksi akun, penyewaan, game assistant, hingga top-up.
Memasuki fase ekspansi besar pada 2024, operasional perusahaan ditopang sistem tata kelola berbasis teknologi dengan support 20 tenaga kerja profesional. Kinerja nan terus tumbuh membikin perusahaan tersebut bisa mencatatkan omzet hingga miliaran rupiah setiap bulan.
Pencapaian itu dirintis William Surya Dwiputra, pemuda asal Palembang nan memandang kesempatan besar di sektor intermezo digital. Menariknya, perjalanan upaya tersebut dibangun tanpa support investasi besar dan jaringan industri nan luas.
"Membangun penyedia jasa digital di usia nan sangat muda tentu menghadirkan dinamika dan tantangan sendiri. Pada awal operasional, kami kudu melewati fase krusial dalam mengelola arus transaksi, membangun standar kepercayaan konsumen, dan menata ulang sistem manajemen nan sempat berantakan," ujar Founder Valforum William Surya Dwiputra, Senin (22/6/2026).
Konsistensi dalam meningkatkan kualitas jasa membawa William meraih pencapaian finansial signifikan sejak usia muda. Kini, selain memimpin perusahaan nan terus berkembang, dia juga mengantongi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bagian pemasaran digital.
Tak hanya berfokus pada upaya layanan, Valforum sekarang memperluas perannya sebagai rumah produksi sekaligus wadah pengembangan pembuat digital di sektor e-sports. Perusahaan aktif membina streamer dan pembuat konten agar bisa membangun pekerjaan berkepanjangan di industri imajinatif digital.
Hingga saat ini, sebanyak 25 streamer game berasosiasi dan mengembangkan pekerjaan di bawah naungan perusahaan tersebut. Valforum juga sukses membina lima faceless creator dari tahap awal hingga bisa mengelola kanal konten mereka secara mandiri.
"Pendekatan akar rumput nan kami lakukan mengukuhkan misi Valforum untuk tidak sekadar mengejar metrik profitabilitas korporasi semata. Kami berkomitmen penuh untuk membuka jalan, menciptakan peluang, dan memberikan panggung pementasan agar para pembuat lokal dapat meraup kesuksesan berbareng di industri digital," tambah William.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya menargetkan pembangunan ekosistem organisasi Valorant nan lebih sehat dan inklusif di Indonesia. Rencana ini bakal diwujudkan melalui penyelenggaraan aktivitas organisasi berskala besar serta program apresiasi rutin nan ditujukan bagi para pemain dan pembuat di tingkat akar rumput. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·