B. Braun Indonesia memperkenalkan Introcan Safety 3, kateter intravena generasi terbaru nan dilengkapi teknologi blood control septum untuk membantu mengurangi potensi keluarnya darah selama proses pemasangan infus.(Dok. B. Braun Indonesia)
RISIKO paparan darah tetap menjadi tantangan keselamatan kerja nan dihadapi tenaga kesehatan di beragam akomodasi jasa medis, terutama dalam prosedur invasif seperti pemasangan kateter intravena. Tingginya intensitas pelayanan rumah sakit membikin tenaga medis berhadapan dengan potensi paparan berulang terhadap darah dan cairan tubuh pasien dalam aktivitas klinis sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong industri alat kesehatan memperkuat penemuan teknologi nan berfokus pada perlindungan tenaga medis selama prosedur berlangsung. Pendekatan nan dikembangkan tidak hanya diarahkan pada peningkatan efektivitas tindakan medis, tetapi juga penguatan standar keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit.
Salah satu upaya tersebut dilakukan B. Braun Indonesia melalui peluncuran Introcan Safety 3, kateter intravena generasi terbaru nan dilengkapi teknologi blood control septum untuk membantu mengurangi potensi keluarnya darah selama proses pemasangan infus.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel, mengatakan peningkatan keselamatan tenaga kesehatan menjadi salah satu konsentrasi utama pengembangan solusi klinis perusahaan. Menurut dia, kebutuhan terhadap sistem perlindungan di akomodasi kesehatan terus meningkat seiring kompleksitas pelayanan medis nan berkembang.
"Indonesia merupakan pasar strategis nan menuntut solusi kesehatan presisi, terintegrasi, dan andal. Kehadiran Introcan Safety 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan penemuan keselamatan dunia ke Indonesia nan membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien nan berbobot tinggi," kata Rainer dikutip dari keterangan tertulis nan diterima, Sabtu (23/5).
Dalam praktik klinis, paparan darah dan cairan tubuh tetap menjadi salah satu akibat nan kerap dihadapi tenaga kesehatan. Tinjauan sistematis Fereidouni dkk. (2018) menunjukkan paparan darah pada tindakan klinis menjadi rumor keselamatan kerja nan memerlukan perhatian, khususnya pada prosedur nan dilakukan berulang seperti pemasangan kateter intravena.
Introcan Safety 3 dirancang dengan sistem perlindungan otomatis nan aktif saat digunakan tanpa memerlukan aktivasi tambahan dari tenaga medis. Teknologi tersebut mendukung pendekatan zero visible blood exposure dengan membantu meminimalkan kontak langsung dengan darah selama prosedur berlangsung.
Selain itu, perangkat tersebut juga dirancang mendukung penerapan sistem tertutup (closed system) nan saat ini semakin banyak diadopsi dalam praktik keselamatan klinis modern.
Peluncuran produk turut diikuti obrolan ilmiah nan melibatkan manajemen rumah sakit dari beragam wilayah di Indonesia serta organisasi pekerjaan keperawatan, antara lain Persatuan Perawat Nasional Indonesia, HIPPII, HIMPONI, serta INA-PERSAI.
Ketua INA-PERSAI Dr. Masfuri menilai penguatan teknologi pada perangkat akses intravena menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan di akomodasi pelayanan medis.
"Kemajuan teknologi pada kateter intravena memberikan tambahan perlindungan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta membantu menurunkan akibat penularan patogen kepada pasien, nan pada akhirnya berakibat pada keselamatan dan kenyamanan pasien," ujarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan jasa kesehatan dan tuntutan efisiensi rumah sakit, penemuan perangkat medis berbasis keselamatan kerja diperkirakan bakal terus berkembang. Tren tersebut juga menjadi bagian dari upaya dunia memperkuat perlindungan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan medis. (Fal/E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·