Inovasi dan Eksplorasi Jadi Kunci Jaga Keberlanjutan Industri Migas

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Inovasi dan Eksplorasi Jadi Kunci Jaga Keberlanjutan Industri Migas ilustrasi(Pertamina EP)

Keberlanjutan industri minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya ditentukan oleh keahlian mempertahankan tingkat produksi, tetapi juga oleh keberhasilan menemukan sumber daya baru serta menerapkan penemuan nan bisa meningkatkan efisiensi operasi. Dalam menghadapi tantangan daya global, perusahaan migas dituntut untuk terus beradaptasi melalui transformasi operasional nan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.

Penguatan eksplorasi, pengembangan lapangan, serta pemanfaatan teknologi menjadi strategi krusial untuk menjaga ketahanan daya nasional sekaligus memastikan keberlangsungan upaya di masa depan. Komitmen tersebut menjadi salah satu konsentrasi nan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pertamina EP nan digelar di Jakarta pada Kamis (5/6). Dalam rapat tersebut, perusahaan memaparkan beragam capaian sepanjang 2025 nan mencakup keahlian produksi, aktivitas eksplorasi, keselamatan kerja, keahlian keuangan, hingga penyelenggaraan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat, menjelaskan bahwa selama 2025 perusahaan mengelola akomodasi hulu migas nan tersebar di lima aset dan 22 lapangan operasi, baik di darat maupun lepas pantai, nan berada di 13 provinsi.

Dari aktivitas tersebut, perusahaan membukukan produksi minyak sebesar 68.338 barel per hari (BOPD), produksi gas mencapai 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dan total produksi migas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Pencapaian tersebut didukung oleh pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan sepanjang tahun. Selain itu, perusahaan juga melakukan akuisisi info seismik dua dimensi sepanjang 113 kilometer serta survei seismik tiga dimensi seluas 79 kilometer persegi guna mendukung aktivitas eksplorasi.

Melalui beragam aktivitas tersebut, Pertamina EP sukses menemukan sumber daya 2C sebesar 133 juta barel setara minyak (MMBOE) dan menambah persediaan terbukti alias proven reserve (P1) sebesar 59 MMBOE.

“Capaian sepanjang tahun lampau mencerminkan keahlian Pertamina EP dalam menghadirkan penemuan operasional nan terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui penemuan nan berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan daya nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas nan lebih berkepanjangan dan resilien,” ujar Rachmat Hidajat.

Komitmen terhadap penemuan juga ditunjukkan melalui keberhasilan onstream perdana produksi cairan di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 nan berada di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Fasilitas tersebut menghasilkan sekitar 400 barel fluida per hari dengan kapabilitas terpasang mencapai 7.250 barel liquid per day (BLPD) dan menjadi bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar.

Menurut Rachmat, keberhasilan tersebut menunjukkan keahlian perusahaan dalam mengembangkan persediaan sekaligus meningkatkan kapabilitas produksi melalui beragam penemuan operasional.

Seluruh proses pengembangan dijalankan dengan disiplin tinggi dan didukung capaian lebih dari 2,2 juta jam kerja kondusif tanpa Lost Time Injury (LTI) serta kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan.

"Pendekatan ini memastikan setiap akomodasi kami beraksi sesuai standar kualitas, kapabilitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas perusahaan nan berkelanjutan," katanya.

RUPST juga menegaskan arah transformasi perusahaan nan terus dilakukan secara adaptif melalui penguatan produksi, eksplorasi, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dari sisi korporasi, perusahaan sukses memperoleh ranking angsuran AAA alias kategori sangat sehat dari Fitch Ratings Indonesia, nan menjadi pengakuan atas kuatnya esensial upaya dan tata kelola perusahaan.

Pada aspek keselamatan kerja dan lingkungan, perusahaan mencatat lebih dari 3,12 juta jam kerja kondusif sepanjang 2025 serta meraih 17 penghargaan PROPER Hijau dan empat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui penyelenggaraan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) nan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga penanggulangan musibah di 30 kabupaten dan kota pada 13 provinsi wilayah operasi perusahaan. Secara keseluruhan, program tersebut telah memberikan faedah kepada lebih dari 40 ribu penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komisaris Utama PT Pertamina EP, Morry Ermond, menilai perusahaan sukses menjaga keahlian operasional dan upaya di tengah beragam tantangan eksternal nan terjadi sepanjang tahun lalu.

"Sepanjang 2025, perusahaan telah menunjukkan performa nan efektif dalam menjaga keberlangsungan upaya dan mencapai hasil nan optimal, meskipun mengalami beragam tantangan eksternal, baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pemegang saham utama dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Caesarian selaku VP Controller PHE, menyampaikan apresiasi atas peningkatan produksi minyak, stabilitas produksi gas, serta capaian penambahan persediaan nan melampaui sasaran perusahaan.

"Untuk tahun 2026 ini, pemegang saham mengharapkan perusahaan dapat terus melaksanakan percepatan transformasi bisnis, menguatkan penerapan prinsip HSSE, meningkatkan upaya untuk mencapai sasaran temuan sumber daya 2C, dan meningkatkan keahlian produksi nan berakibat pada peningkatan untung perusahaan," kata Caesarian.

Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Pertamina EP kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat operasi hulu migas nan aman, andal, efisien, dan berkepanjangan melalui inovasi, percepatan transformasi bisnis, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung ketahanan daya nasional. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑