Ini Upaya BI dan Kemenkeu Dorong Penguatan Rupiah

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ini Upaya BI dan Kemenkeu Dorong Penguatan Rupiah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur BI Perry Warjiyo(Antara)

 ‎Bank Indonesia (BI) berbareng Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar alias kurs rupiah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konvensi pers di Jakarta, Sabtu (6/6) menegaskan bahwa koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter selama ini melangkah sangat erat dan bakal terus diperkuat untuk menghadapi beragam tantangan ekonomi.‎

“Penguatan koordinasi fiskal, moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan gimana fiskal dan moneter seirama saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing. Untuk memperkuat upaya-upaya berbareng melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar Perry.

Menurut Perry, terdapat dua langkah nan disepakati dalam penguatan koordinasi fiskal dan moneter untuk mendukung stabilitas rupiah.‎

Langkah pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen finansial domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow).‎

“Ada dua nan berangkaian dengan penguatan koordinasi moneter fiskal untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah nan pertama adalah meningkatkan daya tarik alias imbal hasil agar portofolio inflows kembali masuk. Dengan kenaikan kembang luar negeri memang itu ada outflow. Ada saham, SBN dan juga mini di SRBI. Oleh lantaran itu fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflow ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.‎

Langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar duit dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah nan tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi nan dibayarkan BI kepada pemerintah.

"Nomor dua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar duit dan perbankan, dengan langkah pengelolaan kas pemerintah tetap di BI tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi alias kembang nan dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian operasi moneter itu tetap melangkah untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” ujar Perry.‎

Ia menambahkan, sinergi nan telah terbangun selama ini bakal terus diperkuat secara berkepanjangan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.‎

“Kami sepakat ini bakal terus kita lakukan penguatan koordinasi fiskal nan sudah kuat selama ini sekarang diperkuat dan secara berkesinambungan terus bakal diperkuat saling mendukung, saling memperkuat untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi stabilitas makroekonomi sesuai dengan dinamika nan ada,” tuturnya.‎

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih optimal.‎

“Kita bakal mendukung bank sentral, memperkuat koordinasi agar kebijakan semakin sinkron agar akibat kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," katanya.‎

Penguatan sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan dirinya bisa meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑