Ilustrasi(magnific)
MASALAH jerawat sering kali menjadi persoalan nan menjengkelkan lantaran sifatnya nan kerap kambuh. Penanganan nan tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi kulit dan meninggalkan jejak nan susah dihilangkan.
Dokter ahli dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Deasy Lius, Sp.D.V.E, menekankan bahwa penanganan jerawat kudu disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi spesifik kulit setiap individu.
"Seringkali masalah jerawat itu kambuh, lenyap dan timbul kembali," ujar Deasy dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Founder sekaligus Head Doctor Bmderma ini, jerawat dipicu oleh beragam aspek kompleks, mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, pertumbuhan bakteri, hingga peradangan.
Faktor Penyebab dan Metode Penanganan
Meski identik dengan usia remaja, jerawat juga kerap menyerang orang dewasa. Faktor pemicunya beragam, seperti perubahan hormon, stres, pola hidup nan tidak sehat, penggunaan produk perawatan nan tidak sesuai, hingga aspek genetik. Untuk mengatasinya, bumi medis mengenal beberapa tingkatan terapi.
| Produk Perawatan dan Obat Oles | Langkah awal untuk jerawat ringan guna membersihkan pori dan menekan bakteri. |
| Obat Oral dan Antibiotik | Digunakan untuk kasus sedang hingga berat di bawah pengawasan ketat master lantaran akibat pengaruh samping. |
| Teknologi Laser (Aviclear) | Inovasi laser 1.726 nm nan menargetkan kelenjar minyak (sebasea) tanpa merusak permukaan kulit. |
Inovasi Teknologi Laser
Selain obat-obatan konvensional, Deasy menyoroti perkembangan teknologi berbasis daya seperti laser Aviclear. Teknologi ini bekerja dengan mengontrol produksi sebum langsung pada sumbernya, ialah kelenjar sebasea. Dengan produksi minyak nan lebih terkontrol, akibat terbentuknya jerawat baru dapat ditekan secara signifikan.
Namun, dia mengingatkan bahwa pemilihan terapi tidak boleh sembarangan.
"Sebagai dokter, kami tentu mempertimbangkan faedah dan akibat dari setiap terapi. Pemilihan perlu memandang usia, jenis kulit, tingkat sensitivitas, serta keparahan jerawat," tambahnya.
Tips Mengendalikan Kondisi Kulit:
- Menjaga kebersihan kulit wajah secara rutin.
- Gunakan produk perawatan nan sesuai dengan jenis kulit.
- Hindari kebiasaan memencet jerawat lantaran memicu jejak luka.
- Terapkan pola hidup sehat dan kelola stres dengan baik.
Tujuan utama penanganan medis bukan sekadar menghilangkan jerawat nan sedang aktif, melainkan juga mencegah kekambuhan dan meminimalkan akibat jejak jerawat (scar) nan dapat memengaruhi kualitas hidup dan kepercayaan diri. Jika jerawat menetap alias semakin parah, masyarakat sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan master ahli kulit guna mendapatkan pemeriksaan nan akurat. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·