
Ini Pendidikan Dirut BPJS Kesehatan Baru Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus nan Pernah Jadi Dekan Unhan (Foto: BPJS)
JAKARTA - Ini pendidikan Direktur Utama BPJS Kesehatan baru, Prihati Pujowaskito, eks master Kopassus nan pernah menjadi Dekan Unhan. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Selain itu, Prabowo menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas periode 2026–2031.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan penunjukan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Rizzky.
Riwayat Pendidikan Prihati Pujowaskito
Ia merupakan master ahli jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi koroner nan mempunyai pengalaman panjang di bagian kesehatan dan kedokteran. Beliau adalah purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Ia mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran ahli jantung dan pembuluh darah, serta gelar ahli di bagian norma kesehatan.
Dalam perjalanan kariernya, beliau pernah mengemban beragam posisi strategis, antara lain sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto, Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto, serta Kepala Departemen Jantung dan Kepala Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Angkatan Darat Dustira. Saat ini, beliau juga tercatat sebagai panel mahir pada Dokter Kepresidenan Republik Indonesia.
Ia menyelesaikan pendidikan master di Universitas Sebelas Maret, melanjutkan pendidikan magister di bagian kedokteran di Universitas Airlangga, serta menempuh pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit. Untuk memperkuat perspektif tata kelola dan aspek izin kesehatan, dia juga menyelesaikan pendidikan ahli di bagian hukum. Selain aktif dalam praktik klinis dan manajerial, beliau terus mengembangkan kompetensi ahli melalui training kardiologi intervensi.
Dalam bagian akademik, beliau aktif sebagai pengajar di sejumlah lembaga pendidikan kedokteran dan terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Di tingkat organisasi profesi, beliau juga aktif dalam beragam wadah kedokteran dan organisasi kesehatan. Atas pengabdian dan dedikasinya kepada negara, beliau menerima beragam tanda jasa dan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, seperti Satya Lencana GOM IX, Satya Lencana Dwidya Sista, Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Ksatria Yudha, Bintang Karya KEP Nararya, dan Bintang Yudha Dharma.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone datang dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan pekerjaan untuk masa depan nan lebih baik
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·