Ilustrasi lansia melakukan olahraga angkat beban/(Dok. Magnific)
MEMASUKI usia senja, penurunan kegunaan tubuh alias degenerasi menjadi tantangan nan tidak terelakkan. Namun, aktivitas bentuk tertentu seperti angkat beban (weightlifting) terbukti bisa menjaga metabolisme tulang, sendi, hingga otot tetap optimal meskipun usia terus bertambah.
Dokter ahli ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, menjelaskan bahwa olahraga angkat beban merupakan kebiasaan positif nan sangat dianjurkan, apalagi bagi golongan lanjut usia.
"Berolahraga seperti weightlifting itu suatu corak kebiasaan nan baik, termasuk di saat usia itu sudah tua. Tentunya dengan kehati-hatian teknik nan betul sehingga itu tetap aman," ujar Alfariq dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Mekanisme Penguatan Tulang melalui Mechanical Stress
Menurut Alfariq, perseorangan nan rutin melakukan latihan beban condong mempunyai kondisi bentuk nan lebih segar dibandingkan mereka nan jarang beraktivitas. Hal ini berangkaian dengan rangsangan nan diterima tubuh saat mengangkat beban.
Ia memaparkan bahwa latihan beban memberikan mechanical stress alias tekanan mekanis pada bagian tubuh tertentu. Tekanan inilah nan kemudian memicu proses metabolisme untuk memperkuat struktur tulang, sendi, dan otot.
"Pada seseorang nan mempunyai kebiasaan olahraga tersebut, maka mechanical stress pada bagian tubuh tersebut dapat mencetuskan metabolisme untuk memperkuat tulang, sendi, maupun otot," tambahnya.
Sebaliknya, kurangnya aktivitas bentuk bakal meminimalkan rangsangan pembentukan kekuatan tubuh, sehingga proses degenerasi akibat penuaan bisa berjalan lebih sigap dan berakibat pada penurunan kepadatan tulang.
Pentingnya Konsultasi Medis dan Nutrisi
Meski berfaedah besar, Alfariq memberikan catatan krusial bagi perseorangan nan sudah mempunyai riwayat gangguan alias penyakit tulang belakang. Ia menyarankan agar mereka berkonsultasi terlebih dulu dengan master ortopedi sebelum memulai program angkat beban.
Langkah ini krusial lantaran setiap perseorangan mempunyai karakter tulang belakang, tingkat kebugaran, serta kekuatan otot nan berbeda-beda. Konsultasi medis memastikan teknik nan dilakukan kondusif dan sesuai dengan kapabilitas bentuk masing-masing pasien.
Tips Latihan Beban Aman untuk Lansia:
- Gunakan teknik nan betul untuk menghindari cedera sendi.
- Mulailah dengan beban ringan sesuai keahlian fisik.
- Pastikan asupan nutrisi, terutama protein, tercukupi untuk pemulihan otot.
- Lakukan pemanasan dan pendinginan nan cukup.
- Selain aspek latihan, asupan nutrisi memegang peranan vital dalam mendukung hasil latihan nan optimal. Alfariq menekankan pentingnya konsumsi protein untuk membantu pemulihan jaringan otot setelah latihan beban.
"Protein bisa memulihkan otot setelah latihan angkat beban dan membantu otot menjadi lebih kuat, apalagi dengan aspek tertentu otot bisa menjadi lebih besar," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·