Ini Lokasi Tempat Hercules dan Maruarar Adu Argumen di Tanah Abang

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdebatan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshal namalain Hercules sempat viral dan menjadi pembahasan hangat di media sosial. Adapun debat keduanya mengenai dengan status lahan nan berada di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Untuk lokasinya sendiri, lahan tersebut berada tak jauh dari jembatan jalan alias fly over nan melintas di rel dekat Stasiun Tanah Abang. Lokasi tepatnya berada di belakang Pasar Tanah Abang Blok G.

Lahan tersebut saat ini digunakan untuk tempat parkir kendaraan truk pengangkut barang-barang busana nan bakal dijual di Pasar Tanah Abang. Sebelumnya, Menteri nan kerap disapa Ara ini mendatangi lahan kosong milik negara di area Tanah Abang, Jakarta Pusat, nan selama ini dikuasai organisasi masyarakat (ormas).

Dalam aktivitas pengecekan lahan nan diunggahnya di akun IG miliknya, Ara sempat berdebat dengan Hercules.

GRIB diketahui memang menguasai beberapa lahan di area Tanah Abang. Tanah milik negara ini sedianya bakal digunakan untuk pembangunan kediaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR.

Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)Foto: Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)

"Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang, dan sebagainya," kata Ara saat berjumpa Hercules dan beberapa orang perwakilan ormas, dikutip Kamis (9/4/2026).

Menanggapi permintaan Ara, Hercules menyebut lahan nan dikelola ormasnya memang lahan milik negara, namun statusnya adalah HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

Hercules menegaskan, jika memang negara menginginkan lahan di Tanah Abang, dia maupun ormasnya tak keberatan jika lahan tersebut dilepaskan untuk dibangun hunian.

"HPL itu untuk mengelola lahan tapi bukan untuk memiliki, jika ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," kata Hercules.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News