Ini Kunci Tingkatkan Daya Saing Investasi Hulu Migas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ini Kunci Tingkatkan Daya Saing Investasi Hulu Migas

Investasi Hulu Migas (Foto: Okezone)

JAKARTA  - Penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus didorong untuk meningkatkan daya saing investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan proyek, mendorong peningkatan produksi, serta memperkuat ketahanan daya nasional.

Pengamat migas dari Universitas Trisakti sekaligus Founder ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan,  Indonesia tetap mempunyai potensi sumber daya migas nan besar. Namun, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi bawah permukaan (underground risk), melainkan juga aspek above ground risk seperti kepastian politik, arah kebijakan ekonomi, regulasi, birokrasi perizinan, kepastian pasar, dan kesiapan prasarana pendukung.

“Dari sisi underground risk, kita termasuk tiga alias empat besar di Asia Pasifik. Sementara dari sisi above ground risk, aspek nan diperhatikan antara lain kepastian politik, visi dan arah ekonomi, izin dan kebijakan, birokrasi perizinan, kejelasan market, serta prasarana pendukung,” kata Pri Agung di Jakarta, Jumat (17/9/2026).

Potensi tersebut perlu didukung ekosistem investasi nan semakin kompetitif sehingga bisa menarik modal, terutama untuk eksplorasi dan pengembangan lapangan. Pri Agung menyebut sejumlah perusahaan migas internasional tetap memandang Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi potensial, termasuk Eni, Petronas, dan Mubadala.

Kecepatan eksekusi proyek juga menjadi sinyal krusial bagi investor. Semakin panjang waktu sejak penemuan (discovery) hingga proyek mulai berproduksi (onstream), semakin besar pengaruhnya terhadap persepsi penanammodal dan keekonomian proyek. Karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan perlu menjadi salah satu pendorong percepatan eksekusi.

“Semakin lama discovery ke onstream tentu memberikan sinyal nan tidak positif dan menurunkan nilai keekonomian proyek investor,” ujar Pri Agung.

Dari sisi fiskal, Pri Agung menilai pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan nan positif. Namun, persaingan mendapatkan modal dunia tetap ketat lantaran proyek di Indonesia kudu bersaing dengan portofolio investasi di beragam negara. Menurutnya, keberhasilan kebijakan investasi juga tidak cukup diukur dari kenaikan nilai investasi, tetapi perlu tercermin pada parameter nan lebih konkret, terutama peningkatan persediaan dan produksi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑