Jakarta -
Sembilan ustad mendapatkan bunyi terbanyak dalam rekapitulasi nasional hasil tabulasi bunyi Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA). Sembilan personil AHWA nan terpilih bakal ditetapkan untuk kemudian menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Dalam arsip nan diterima, Minggu (30/8/2026), sembilan personil AHWA ini terpilih melalui sistem pemilihan suara. Awalnya ada 34 orang nan diusulkan menjadi personil AHWA dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Dari 34 nama calon itu, terpilih sembilan orang nan meraih bunyi terbanyak sebagai personil AHWA. Sembilan personil peraih bunyi terbanyak ini kemudian bakal disahkan sebagai personil AHWA dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar sembilan personil AHWA:
1. KH. Nurul Huda Djazuli
2. TGK. KH. Nuruzzhari Yahya
3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA
4. KH. Miftachul Akhyar
5. KH. Afifuddin Muhajir
6. KH. Anwar Iskandar
7. KH. Anwar Manshur
8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj
9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA
Pemilihan Caketum PBNU lewat Sistem AHWA
Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar Ke-35 NU, Asrorun Niam Sholeh mengatakan pemilihan Ketua Umum (Ketum) PBNU bakal dipilih lewat sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Hal tersebut disepakati dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.
"Hasil Keputusan Muktamar NU, sistem pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan Oleh Ahlul Halli Wal Aqdi setelah penjaringan lima nama oleh peserta muktamar," kata Asrorun Niam kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).
Niam menyebut 401 bunyi peserta muktamar menghendaki perubahan pemilihan Ketum dengan sistem AHWA. Sebelumnya, Ketum PBNU dipilih dengan sistem one man one vote.
"Keputusan tersebut dibahas oleh Komisi Organisasi, dilanjutkan dengan pemungutan suara, apakah dengan model langsung alias model melalui AHWA. Mayoritas peserta, sejumlah 401 bunyi menghendaki perubahan," ungkapnya.
Adapun ketua umum nantinya dipilih secara langsung oleh peserta muktamar melalui musyawarah mufakat. Apabila musyawarah dan mufakat tak menemui titik temu, maka ahlul halli wal 'aqdi (AHWA) bakal mengambil keputusan.
Berikut mekanismenya:
Pasal 41
e. Ketua Umum dipilih dengan ketentuan sebagai berikut:
(1) Ketua Umum dipilih secara langsung oleh peserta muktamar melalui musyawarah mufakat.
(2) Dalam perihal musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud pada nomor (1) tidak tercapai, maka ketua umum dipilih oleh ahlul halli wal 'aqdi.
(3) Calon ketua umum sebagaimana dimaksud pada nomor (2) dijaring melalui pemungutan bunyi oleh peserta muktamar dengan memilih sebanyak-banyaknya 5 calon nan memenuhi syarat.
(4) Hasil pemilihan sebagaimana dimaksud pada nomor (3) diambil 5 besar untuk menjadi calon ketua umum dan diserahkan kepada Ahlul Halli wal 'Aqdi.
(5) Calon ketua umum sebagaimana dimaksud pada nomor (4) dipilih oleh ahlul halli wal 'aqdi setelah menyampaikan kesedian secara lisan/tertulis dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
(ygs/knv)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·