Ini 4 Titik Prioritas Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ini 4 Titik Prioritas Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Penanggulangan karhutla di Kalteng.(MI)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) berbareng pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan memperkuat penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pemetaan menggunakan drone thermal dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik nan menjadi prioritas penanganan.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan dari hasil pemetaan terdapat empat battleground alias medan utama nan kudu dihadapi dalam upaya memadamkan api di Tanjung Puting. Keempatnya mencakup Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.

“Dari banyak titik api nan tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground alias ada empat titik di mana kita kudu berkompetisi melawan api,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Menhut Raja Antoni diketahui menggelar rapat berbareng Pangdam XXII/TB Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, BMKG, BNPB hingga BPBD.

Menhut Raja Antoni mengatakan area Pesalat menjadi salah satu prioritas lantaran lokasinya sangat dekat dengan feeding area alias feeding zone. Untuk mencegah api meluas, pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor. Berdasarkan pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor untuk membantu upaya pemadaman.

Selain itu, sekitar 160 personel pasukan darat bakal dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan perangkat berat untuk membikin sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut. “Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke area inti,” ujarnya.

Untuk letak lain, pasukan darat juga bakal diperkuat di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Sebagian personel bakal dipersiapkan untuk tinggal di lapangan selama sekitar satu pekan agar operasi dapat melangkah tanpa kudu bolak-balik dari letak pemadaman.

Menhut menegaskan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat terus bekerja untuk menangani karhutla di Tanjung Puting. “Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya nan memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” pungkasnya. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑