Gapai menjadi salah satu dari empat perusahaan rintisan karya anak-anak muda Indonesia bakal mengikuti forum nan mempertemukan para start up dan investor, SusHi Tech pada 27-29 April 2026, di Tokyo, Jepang.(Dok Gapai )
Perusahaan rintisan nan membantu tenaga kerja Indonesia mengejar pekerjaan di pasar global, Gapai, telah menghimpun 33 ribu pendaftar, pada 2025 mengirim 391 pekerja Indonesia ke beragam negara. Tahun ini menargetkan jumlah itu meningkat hingga 800 orang.
Gapai menjadi salah satu dari empat perusahaan rintisan karya anak-anak muda Indonesia bakal mengikuti forum nan mempertemukan para start up dan investor, SusHi Tech pada 27-29 April 2026, di Tokyo, Jepang. Mereka terdiri atas Gapai, Bell Living Lab nan mengolah jejak kopi untuk jenis produk fesyen hingga furnitur, Ijo nan berfokus pada produksi pupuk dan pestisida berbahan rumput laut, serta Spun nan berfokus pada pengurusan visa menggunakan kepintaran buatan.
Keberangkatan mereka didukung Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Badan Ekraf Start Up (Bekup) Global Scale Up 2026 . "Ini adalah corak support agar kekayaan intelektual (IP) Indonesia semakin mendunia," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya usai pertemuan dengan para perusahaan rintisan itu di Jakarta, Selasa (22/4).
SusHi Tech merupakan malam pertemuan nan bakal diisi presentasi produk hingga benchmarking dengan para penanammodal nan dihadiri para pemangku kepentingan sektor ekonomi imajinatif dari beragam dunia.
CEO dan pendiri Gapai Radityo Susilo Gapai menyatakan dalam platformnya, para calon TKI bisa mendaftar, melampirkan CV, serta melakukan wawancara dalam Bahasa Inggris nan diselenggarakan AI. Proses wawancara itu, bakal memetakan status kesiapan, training nan perlu diikuti sekiranya diperlukan, hingga penyaluran ke lembaga penerima di negara nan dituju.
Sebelumnya, Gapai mendapatkan pendanaan tahap awal alias seed senilai Rp16 miliar guna memperluas jasa penempatan kerja internasionalnya. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Wavemaker Partners dengan partisipasi dari Antler dan Angel Investor, venture capital dunia dengan spesialisasi investasi startup tahap awal di Asia Tenggara.
"Jangkauan penyaluran pekerja kami di antaranya Jepang, Eropa, Malaysia, hingga Singapura. Mereka mencari pekerja terampil, nan sekarang sedang paling banyak dibutuhkan adalah tenaga kesehatan seperti perawat," kata Radityo. (X-8)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·