Inggris Boikot Israel, PM Baru Beri Warning

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris memanas ke Israel. Hal ini mengenai keputusan pemerintahnya untuk "boikot" impor dari pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina, nan diduduki.

Perdana Menteri (PM) Andy Burnham nan baru dilantik 20 Juli lampau mengatakan Inggris kudu "memperjuangkan sesuatu. Ditegaskannya Inggris telah lama mendukung solusi dua negara di Timur Tengah, namun perkataannya perlu didukung dengan tindakan.

"Kepemimpinan adalah tentang mengambil tindakan ketika ada ketidakadilan, ketika kita perlu memperbaiki ketidakadilan, orang-orang diusir dari rumah mereka," katanya, dikutip Reuters, Kamis (10/9/2026).

"Di bumi nan susah dan rawan ini, Inggris kudu memperjuangkan sesuatu," tegasnya.

Larangan impor tersebut diumumkan pada hari Selasa oleh Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband berbarengan dengan langkah-langkah nan menargetkan perusahaan dan perseorangan nan mengenai dengan pemukiman terlarangan Yahudi di Tipe Barat. Ini menandai salah satu perubahan kebijakan Inggris nan paling signifikan terhadap Israel selama bertahun-tahun.

Inggris pun tak sendiri di sini. Keputusan tersebut terjadi sebagai bagian dari upaya terkoordinasi dengan Perancis dan Kanada untuk menekan Israel atas ekspansi pemukiman nan menurut kedua negara menakut-nakuti solusi dua negara.

Israel bereaksi dengan marah terhadap hukuman tersebut. Negara Zionis memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur dan melarang 12 penduduk Inggris memasuki Israel sebagai pembalasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar melancarkan strategi pecah belah. Ia mengatakan berterima kasih kepada Kemi Badenoch, pemimpin oposisi Partai Konservatif Inggris, atas kritiknya terhadap tindakan Burnham.

Badenoch menulis di surat berita Sun bahwa pemerintahan saat ini nan dipimpin Partai Buruh tengah "mengutamakan kepentingan partai politiknya di atas kepentingan nasional kita". Namun faktanya, dia menghindari masalah ini ketika dia mempunyai kesempatan untuk menanyai Burnham pada hari Rabu dan memilih untuk konsentrasi pada shopping pertahanan.

"Kami bakal selalu mendukung pihak nan tidak diunggulkan dan mengambil tindakan apa pun nan kami bisa untuk mendukung mereka," tegas Burnham lagi nan pernah menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester tersebut.

"Itu adalah kepemimpinan di panggung dunia, Inggris setia pada apa nan selama ini mereka lakukan," katanya nan disambut sorak-sorai dari personil parlemennya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News