Infrastruktur Digital Pilar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Infrastruktur Digital Pilar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen (MI/HO)

PERATURAN Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi menempatkan infrastruktur digital--yaitu info center, AI, dan keamanan siber--sebagai pilar esensial mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 8%. Forum Nasional Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional pada Rabu, 20 Mei 2026, Jakarta, digelar sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk menerjemahkan kebijakan menjadi realitas operasional.

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menekankan bahwa pemerintah menempatkan transformasi digital sebagai aspek kunci dalam strategi menuju Indonesia Emas 2045 dan pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi nasional 8%. "Infrastruktur digital nan tangguh--data center, AI, dan keamanan siber--ialah fondasi nan bakal menopang pertumbuhan ekonomi berkepanjangan Indonesia," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Rabu.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Aju Widia Sari menyampaikan bahwa penguatan konektivitas digital nan meliputi percepatan pembangunan info center, pengembangan ekosistem artificial intelligence, dan penguatan ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan fondasi strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional. "Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi adalah kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global," tegas Aju.

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Rahmat Subagio menyoroti pentingnya penyiapan sumber daya manusia, penguatan kerjasama lintas sektor, dan mengambil teknologi terkini untuk memperkuat ketahanan siber nasional. "Ancaman siber tidak mengenal pemisah dan terus berkembang, dari ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap prasarana kritikal." 

Rahmat melanjutkan Indonesia memerlukan pendekatan holistik nan mengintegrasikan kapabilitas penemuan dini, respons kejadian nan cepat, dan pembangunan ekosistem keamanan siber nan melibatkan seluruh stakeholders dari pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan akademisi. Investasi dalam teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity menjadi prioritas absolut untuk melindungi kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi digital Indonesia. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia