Liputan6.com, Jakarta - Infografis mengenai Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah sasaran utama dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Paparan itu disampaikan Prabowo dalam pidato sidang paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di DPR, Rabu (20/5/2026).
Salah satunya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8% hingga 6,5% sebagai injakan menuju sasaran pertumbuhan 8% pada 2029.
"Dengan strategi ekonomi nan tepat, kebijakan fiskal nan prudent dan berkelanjutan, saya percaya ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5% di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).
Selain itu, dalam paparannya, Prabowo menyebut pendapatan negara pada APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82% hingga 12,40% dari produk domestik bruto (PDB).
Prabowo juga menegaskan pemerintah bakal memperkuat kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari sektor sumber daya alam (SDA). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan faedah pengelolaan kekayaan alam Indonesia dapat lebih optimal dirasakan masyarakat.
Prabowo lampau mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Melalui patokan tersebut, pemerintah mewajibkan ekspor sejumlah komoditas strategis dilakukan melalui badan upaya milik negara (BUMN) nan ditunjuk pemerintah.
Prabowo menjelaskan tahap awal kebijakan itu bakal diterapkan pada sejumlah komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan produk paduan besi.
Lantas, apa saja isi poin-poin krusial pidato Prabowo dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·