Liputan6.com, Jakarta - September 2026 bakal dihiasi sejumlah kejadian astronomi menarik, mulai dari hujan meteor, konjungsi Bulan dengan planet, fase Bulan baru dan purnama, hingga ekuinoks September.
Rangkaian kejadian tersebut datang sepanjang bulan, di antaranya puncak hujan meteor Aurigid pada 1 September, kedekatan tampak Bulan dan Mars pada 6 September, serta puncak hujan meteor ε-Perseid pada 9 September. Fase Bulan baru pada 11 September juga membikin langit lebih gelap sehingga objek langit redup lebih mudah diamati.
Menjelang akhir bulan, ekuinoks September terjadi pada 23 September, disusul Bulan purnama nan dikenal sebagai Harvest Moon pada 26 September. Di Indonesia, kejadian hari tanpa gambaran juga dapat diamati di sejumlah wilayah.
Sebagian kejadian tersebut bisa disaksikan tanpa teleskop, terutama dari letak dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·