Jakarta - Layanan Bus Shalawat kembali disiapkan untuk mendukung mobilitas jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah, Arab Saudi. Fasilitas ini menjadi salah satu sarana krusial untuk menunjang kelancaran ibadah dari alias menuju Masjidil Haram.
Bagi jemaah, memahami langkah menggunakan Bus Shalawat sangat krusial agar perjalanan lebih tertib dan nyaman. Simak info komplit serta panduannya berikut ini.
Apa Itu Bus Shalawat Haji?
Merujuk keterangan resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Bus Shalawat merupakan jasa transportasi nan disediakan unik bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah. Bus ini mengantar dan menjemput jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Layanan ini diberikan secara cuma-cuma dan beraksi selama 24 jam tanpa henti. Kehadiran Bus Shalawat diharapkan memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah tanpa kudu melangkah jauh, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik.
Cara Naik Bus Shalawat Haji
Agar perjalanan melangkah lancar, jemaah perlu memahami alur penggunaan Bus Shalawat baik dari hotel maupun dari Masjidil Haram.
Dari hotel:
- Datang ke halte terdekat dari letak hotel
- Periksa nomor trayek bus sesuai wilayah hotel
- Mintalah support petugas di halte jika memerlukan informasi
- Naik bus sesuai rute menuju terminal sekitar Masjidil Haram
- Catat nomor trayek, warna bus, alias rute untuk memudahkan perjalanan pulang
Dari Masjidil Haram:
- Terminal Syib Amir (Nomor 1-11): Keluar dari area dekat Marwa, lampau menuju terminal di belakang WC9
- Terminal Jabal Ka'bah (Nomor 12-15): Keluar dari sisi utara alias barat Masjidil Haram, melangkah di sisi Hotel Anjum
- Terminal Ajyad (Nomor 16-21): Keluar ke arah Clock Tower melalui pintu King Abdul Aziz, lampau menuju area terminal
Imbauan untuk Jemaah Haji
PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga identitas selama menggunakan jasa transportasi ini. Jemaah diminta tidak melepas gelang identitas dan selalu membawa kartu nusuk sebagai tanda pengenal resmi selama di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah diimbau untuk membawa kartu rute serta mengenali warna dan nomor bus nan digunakan. Hal ini krusial agar tidak salah naik bus dan memudahkan saat kembali ke hotel.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan pentingnya mengenali rute bus. "Jamaah cukup mencocokkan warna dan nomor rute bus pada kartu dengan stiker nomor nan terpasang di badan bus, sehingga mini kemungkinan tersesat," ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (3/5/2026).
Jemaah juga disarankan untuk tidak membawa peralatan berlebihan alias peralatan berbobot saat menggunakan bus. Langkah ini bermaksud menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.
Dengan memahami pedoman Bus Shalawat, jemaah haji Indonesia dapat menjalankan aktivitas ibadah di Makkah dengan lebih tertib dan nyaman. Informasi ini diharapkan membantu jemaah dalam memanfaatkan akomodasi nan telah disediakan secara optimal. (wia/zap)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·