Cilacap -
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto yang melakukan kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), nampak kagum dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Holtikultura di Pulau Nusakambangan. Salah satu nan membuatnya nyaman berlama-lama adalah saat berada di area anggur.
"Oh ini nan kecil-kecil ya? Enak ini, manis. Ini jenis apa?" kata Titiek sewaktu memasuki green house anggur, Sabtu (20/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pegawai menerangkan anggur tersebut adalah jenis Jupiter. Titiek pun langsung mengambil gunting nan memang disediakan pihak lapas untuk visitor nan hendak memanen anggur tersebut.
Sambil menggunting tangkai anggur nan tetap menempel di rambatan, Titiek bertanya kepada narapidana (napi) soal proses penanaman anggur hingga siap panen.
"Ini hasil nan nanem juga penduduk bimbingan pemasyarakatan. Mas, diurusi berapa bulan ini? Eh berapa tahun sampai bisa begini?" tanya Titiek kepada napi di lokasi.
"Satu tahun setengah," jawab napi tersebut.
Titiek pun takjub. "Satu tahun separuh sudah bisa panen?" tanyanya lagi.
"Sudah empat kali (panen)," jawab napi tersebut.
Titik Soeharto cicip anggur rawatan napi di Nusakambangan (Foto: Audrey Santoso/detikcom)
Titiek pun memuji ketelatenan dan keahlian para napi merawat anggur. Menurut Titiek, anggur nan dibudidayakan di Nusakambangan beraroma wangi. Oleh karena itu dia mengibaratkan seperti permen lantaran rasanya manis dan aromanya wangi.
"Oh luar biasa. Jajal sik. Ini manis, wangi ya. Koyok permen tenane. Jadi Nusakambangan bukan sesuatu nan seram, tapi jangan sampai masuk ke Nusakambangan," ungkap dia sembari berseloroh.
Nusakambangan Kini
Transformasi Nusakambangan merupakan buahpikiran nan dicanangkan Menteri Agus setelah dirinya dilantik Prabowo. Di masa transisi Ditjenpas dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kemenimipas, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang banyak aset milik Kemenimipas nan berstatus lahan tidur alias idle.
Oleh karena itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan tidur dengan membangun balai latihan kerja (BLK), agar para napi mempunyai aktivitas pengembangan diri. Tujuannya, keahlian nan didapat di BLK menjadi bekal saat mereka bebas dari penjara, dan tak kembali melakukan kejahatan.
Prasarana training dan pengembangan keahlian untuk napi nan telah berdiri di Nusakambangan di antaranya workshop batako dan paving block berbahan dasar material fly ash bottom ash (FABA), BLK konveksi; BLK pengolahan pupuk organik; budidaya ikan Sidat; pengolahan sampah.
Budidaya ikan Nila, Lele dan Bawal; tambak udang Vaname; peternakan sapi, domba dan unggas; BLK pelintingan rokok: BLK produksi Mocaf hingga budidaya anggrek pun turut dikembangkan di sini.
(aud/lir)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·