Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |11:07 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Soal Laju Inflasi hingga September 2026. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)
BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026 mencapai 3,28 persen.
Merespons info tersebut, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai tingkat inflasi tersebut tetap berada di koridor kondusif lantaran tetap dalam rentang sasaran inflasi nasional pemerintah, ialah 2,5 persen ± 1 persen alias antara 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Atas dasar itu, Juda optimistis capaian inflasi tersebut belum memicu tekanan berlebih terhadap daya beli masyarakat maupun mengganggu keputusan shopping konsumen.
"Artinya, dia itu belum terlalu berakibat kepada daya beli, belum terlalu berakibat pada decision making orang di dalam belanja," kata Juda di sela-sela Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Juda menegaskan, inflasi saat ini dapat dikategorikan ideal lantaran masyarakat tidak sampai kudu mengubah pola konsumsi maupun investasi akibat lonjakan nilai nan tidak terkendali.
Meski demikian, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia bakal terus diperkuat hingga akhir tahun melalui jaringan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Makanya kita punya Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), itu adalah untuk koordinasi," jelas Juda.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·