Indonesia Miner menghadirkan format dan pendekatan baru nan lebih interaktif dengan melibatkan lebih dari 60 pembicara dan 46 exhibitor dari beragam sektor industri pertambangan.(Dok Indonesia Miner)
INDUSTRI pertambangan nasional terus menghadapi tantangan transformasi di tengah dorongan efisiensi operasional, digitalisasi, hilirisasi mineral, hingga tuntutan praktik pertambangan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri memperkuat kerjasama lintas sektor untuk mencari solusi teknologi dan strategi upaya nan lebih adaptif.
Hal itu tecermin dalam penyelenggaraan Indonesia Miner 2026 nan berjalan pada 5–7 Mei 2026. Forum pertambangan tersebut menghadirkan lebih dari 2.100 delegasi dari lebih dari 20 negara melalui rangkaian konferensi, pameran, hingga program obrolan teknis.
Pada jenis keenamnya, Indonesia Miner menghadirkan format dan pendekatan baru nan lebih interaktif dengan melibatkan lebih dari 60 pembicara dan 46 exhibitor dari beragam sektor industri pertambangan, mulai dari perusahaan tambang, penyedia teknologi, investor, hingga regulator. Forum ini mempertemukan pelaku industri dari seluruh rantai nilai pertambangan, mulai dari eksplorasi, operasional, pengolahan, hingga hilirisasi mineral.
Konferensi dibagi ke dalam tiga konsentrasi utama, ialah Gold & Copper and Other Minerals, Critical Metals, serta Coal & Energy. Berbagai tema tersebut membahas tantangan industri, kesempatan pengembangan mineral strategis, hingga arah transformasi sektor daya dan pertambangan.
Selain konferensi, area pameran menjadi salah satu pusat hubungan antarpelaku industri melalui penyajian teknologi dan solusi operasional terbaru untuk sektor tambang. Sebanyak 46 exhibitor menampilkan beragam penemuan dan pendekatan baru di bagian operasional tambang, digitalisasi, pengelolaan data, efisiensi energi, hingga keselamatan kerja.
Penyelenggara Indonesia Miner 2026 mengusung konsep area nan lebih terbuka dan interaktif guna mendorong kerjasama dan pertukaran buahpikiran nan lebih intensif di antara peserta. Pendekatan baru tersebut dinilai membikin hubungan antarpeserta lebih cair dan membuka kesempatan obrolan upaya nan lebih luas dibanding format pameran konvensional.
Berbagai sesi teknis turut digelar melalui program Miners Talk dan Workshop nan membahas penerapan teknologi, pemanfaatan data, hingga penguatan aspek keselamatan dan sumber daya manusia di sektor pertambangan.
Salah satu sesi Miners Talk menghadirkan pembahasan mengenai pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam operasional tambang modern melalui sesi 'From Data to Decisions: AI Value in Modern Mining'. Forum tersebut juga menghadirkan pembahasan mengenai integrasi standar diversity, equity, and inclusion (DEI) dalam industri pertambangan melalui sesi nan diinisiasi Women in Mining and Energy (WiME) Indonesia.
Sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia solusi pertambangan turut memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan penemuan terbaru. Perusahaan teknologi pertambangan Metso, misalnya, memperkenalkan pendekatan modular untuk pengembangan akomodasi crushing dan screening guna mempercepat proses eksekusi proyek tambang.
"Indonesia Miner menjadi platform nan tepat untuk berbincang langsung dengan pelaku industri mengenai solusi nan aplikatif," ujar Technology Manager–Mining Crushers Metso, Jason Perrella, dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Coolon memperkenalkan teknologi Brilliant Connected Lights (BCL) dan digital twin nan memungkinkan pemantauan operasional tambang secara real time serta pengambilan keputusan nan lebih sigap dan akurat. PT Hexindo Adiperkasa Tbk melalui sesi mengenai fatigue risk management juga menyoroti pentingnya pengelolaan kelelahan kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan keselamatan dan produktivitas operasional tambang.
"Topik ini menjadi semakin krusial seiring meningkatnya kompleksitas operasional. Indonesia Miner memberikan ruang nan sangat baik untuk berbagi pendekatan ini dan berbincang langsung dengan para pelaku industri," ujar Country Sales Manager Wenco International Mining Systems, Henra Sastrawan, nan mewakili PT Hexindo Adiperkasa Tbk.
Indonesia Miner 2026 didukung oleh 18 sponsor dan lebih dari 15 asosiasi serta perusahaan mitra. Penyelenggara menilai forum tersebut menjadi salah satu platform krusial untuk memperkuat konektivitas industri pertambangan nasional dan dunia di tengah perubahan arah industri nan semakin menekankan teknologi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Penyelenggara juga menilai hubungan nan terbangun selama tiga hari penyelenggaraan menunjukkan kebutuhan industri terhadap ruang kerjasama nan bisa mempertemukan teknologi, investasi, serta strategi keberlanjutan dalam satu ekosistem pertambangan nan lebih terintegrasi. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·