PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) mencatatkan pertumbuhan keahlian positif pada kuartal I 2026 dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar alias meningkat 11,8% dibandingkan kuartal I 2025 yang(Dok. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA))
INDUSTRI farmasi nasional terus menghadapi tantangan sekaligus kesempatan pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan jasa kesehatan masyarakat. Di tengah perubahan pasar dan tekanan biaya produksi, perusahaan farmasi dituntut untuk terus berinovasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kapabilitas manufaktur agar bisa menjaga pertumbuhan upaya secara berkelanjutan.
Selain pengembangan produk, penguatan jaringan pengedaran dan peningkatan keahlian produksi menjadi aspek krusial dalam mendukung daya saing perusahaan farmasi di pasar domestik maupun regional.
PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) mencatatkan pertumbuhan keahlian positif pada kuartal I 2026 dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar alias meningkat 11,8% dibandingkan kuartal I 2025 nan sebesar Rp685,46 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, untung bruto perusahaan juga meningkat 6,9% menjadi Rp192,8 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh efisiensi manufaktur dan peningkatan produktivitas nan bisa mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan nilai di pasar.
Dari sisi profitabilitas, PYFA mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 30% dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 9,5% dari sebelumnya 8,2% pada kuartal I 2025.
Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi transformasi upaya nan selama ini dijalankan. Peningkatan keahlian finansial didukung oleh penguatan portofolio produk farmasi, optimasi jaringan distribusi, serta kontribusi nan semakin besar dari lini upaya kesehatan terintegrasi.
Direktur PYFA, Sinta Ningsih, mengatakan keahlian pada awal tahun menunjukkan fondasi upaya perusahaan nan semakin kuat sekaligus menjadi modal krusial untuk mendorong pertumbuhan pada periode berikutnya.
"Selain kontribusi berkepanjangan dari pilar utama pertumbuhan ialah jasa CDMO, pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan keahlian dari sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi nan mempunyai nilai tambah dan margin nan lebih baik. Sejalan dengan itu, progres pengembangan beragam investasi strategis, termasuk akomodasi produksi Lini 3 anak perseroan, turut memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan Perseroan ke depan. Kami optimistis strategi konsentrasi pada portofolio produk berbobot tinggi serta penguatan kapabilitas manufaktur bakal semakin memperkuat daya saing PYFA dalam jangka panjang," ujar Sinta Ningsih.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perusahaan juga terus memperluas kapabilitas produksinya. Setelah mengembangkan Lini Produksi 3 melalui anak upaya PT Ethica Industri Farmasi, PYFA saat ini tengah mempersiapkan pembangunan Lini Produksi 4 dan Lini Produksi 5.
Pengembangan akomodasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas produksi sekaligus memperkuat keahlian perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional nan terus berkembang.
Ke depan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kombinasi strategi pengembangan produk berlisensi tinggi, konsentrasi pada therapeutic area nan mempunyai potensi besar, ekspansi kapabilitas manufaktur, penguatan jaringan jasa kesehatan, serta pengembangan portofolio upaya pada segmen-segmen nan mempunyai prospek pertumbuhan tinggi.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk memperkuat posisi perusahaan di industri farmasi sekaligus mendukung upaya peningkatan kesiapan produk kesehatan bagi masyarakat Indonesia. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·