Indonesia, Turki dan 10 Negara Kecam Serangan Israel di Suriah

Sedang Trending 19 menit yang lalu
Indonesia, Turki dan 10 Negara Kecam Serangan Israel di Suriah Ilustrasi(Dok. Houthi Media Center)

INDONESIA berbareng Turki dan 10 negara lainnya menyatakan kecaman keras atas serangan Israel terhadap pangkalan militer Abu Al-Duhur di Suriah. Serangan tersebut dinilai sebagai "eskalasi ekstrem" dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah Suriah.

Pernyataan berbareng nan diterbitkan pada Jumat (21/8) ini disampaikan oleh para menteri luar negeri dari Indonesia, Turki, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut merusak persatuan politik di Suriah.

Para menlu menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya degradasi prasarana di Suriah akibat serangan militer. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menggagalkan upaya pemulihan keamanan, pembangunan kembali lembaga nasional, serta penanganan musibah kemanusiaan nan telah berjalan selama belasan tahun akibat konflik.

Dalam pernyataan tersebut, para diplomat memperingatkan bahwa pelanggaran terus-menerus oleh Israel hanya bakal meningkatkan ketegangan di kawasan. Selain melemahkan stabilitas, tindakan tersebut dianggap mengikis martabat norma internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Komunitas internasional sekarang didesak untuk mengambil "sikap nan tegas, jelas, dan berprinsip" dalam menanggapi agresi terhadap Suriah. Para menlu meminta adanya langkah konkret nan sesuai dengan norma internasional guna menghentikan eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, mereka mendesak kepatuhan terhadap kesepakatan antara Israel dan Suriah tahun 1974, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah nan diduduki. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Pernyataan berbareng ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya menghargai kemerdekaan dan keutuhan wilayah Suriah. Seluruh negara penandatangan menolak segala upaya nan bermaksud menodai kedaulatan politik negara tersebut. (Anadolu/Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia