Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Transformasi Digital UMKM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Transformasi Digital UMKM Korea-Indonesia Smart Factory Seminar(Kementerian UMKM)

Upaya mempercepat transformasi digital sektor upaya mini dan menengah (UKM) di Indonesia terus diperkuat melalui kerjasama internasional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-Indonesia ke-1 Tahun 2026 nan digelar di Kampus Binus Alam Sutera pada 18 Juni 2026.

Kegiatan nan diinisiasi oleh Asosiasi Innobiz tersebut menjadi arena berbagi hasil penyelenggaraan program support pembangunan (ODA) berjudul Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli untuk Transformasi Industri Indonesia. Program tersebut telah melangkah sejak 2023 melalui kerja sama Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan serta Asosiasi INNOBIZ untuk mendorong digitalisasi UMKM dan koperasi di Indonesia.

Seminar dihadiri sekitar 100 peserta nan terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor koperasi dan UMKM. Hadir di antaranya Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, serta Wakil Rektor Universitas BINUS George Wijaya Hadipoespito.

Dalam sambutannya, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung menegaskan bahwa digitalisasi kudu dipandang sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan daya saing usaha.

"Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital kudu dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan upaya UMKM Indonesia," ujarnya.

Seminar menghadirkan beragam materi, mulai dari pemaparan capaian proyek ODA Smart Factory Korea-Indonesia, strategi pembangunan pabrik pandai berbasis pengelolaan info (data management), integrasi lean management dengan smart factory, hingga studi kasus penerapan di perusahaan nan telah menerapkan teknologi tersebut.

Sejumlah perusahaan penerima faedah program, seperti PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power, turut membagikan pengalaman serta hasil nan diperoleh setelah mengangkat sistem smart factory. Paparan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta lantaran menunjukkan akibat nyata transformasi digital terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Digital Transformation Headquarter Innobiz, Kang Jang Hyung, mengatakan seminar tersebut menjadi momentum krusial untuk menunjukkan hasil kerja sama nan telah berjalan selama empat tahun terakhir.

"Seminar ini merupakan kesempatan nan berarti untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory nan telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami bakal terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku upaya antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center," kata Kang.

Saat ini, Asosiasi Innobiz berbareng Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan Universitas Binus juga menjalankan program pengelolaan Smart Factory Training Center, pengembangan tenaga ahli, serta peningkatan proses manufaktur bagi pelaku industri. Pada 2026, program peningkatan proses manufaktur berbasis smart factory juga diterapkan kepada 12 perusahaan manufaktur di Indonesia.

Ke depan, Innobiz berencana menggelar seminar lanjutan dan aktivitas pelaporan hasil pada paruh kedua tahun ini sebagai upaya memperluas kolaborasi, pertukaran teknologi, dan penguatan hubungan upaya antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia