Indonesia dan Inggris Perkuat Kerja Sama Konservasi Alam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Inggris menindaklanjuti penguatan kerja sama di bagian konservasi alam, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pembiayaan berkepanjangan bagi kawasan lindung.

Penguatan kerja sama tersebut diwujudkan melalui pertemuan bilateral antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Perwakilan Khusus Inggris untuk Bidang Alam, Ruth Davis, di sela rangkaian London Climate Action Week nan berjalan di London, Inggris, pada awal pekan ini.

Menurut Raja Juli Antoni, kedua negara meninjau perkembangan inplementasi Satuan Tugas Konservasi Bentang Alam dan Spesies Ikonik nan dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026

"Kedua pihak membahas perkembangan penerapan Satuan Tugas Konservasi Bentang Alam dan Spesies Ikonik nan dibentuk berasas Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026," ujar Raja Juli melansir Antara, Kamis (25/6/2026).

Dia menjelaskan, satgas tersebut mempunyai mandat untuk memperkuat konservasi, memobilisasi pembiayaan inovatif, mendukung pencapaian sasaran FOLU Net Sink 2030, serta membangun model pengelolaan area konservasi nan berkelanjutan.

Apresiasi Dukungan Pemerintah Inggris

Raja Juli juga mengapresiasi support pemerintah Inggris terhadap agenda konservasi Indonesia, termasuk support awal sebesar 2 juta poundsterling nan telah diumumkan pada April lalu.

"Indonesia telah mempunyai landasan norma nan kuat serta support politik pada tingkat tertinggi untuk memperkuat konservasi alam. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan mandat tersebut menjadi reformasi kebijakan, proyek percontohan nan dapat direplikasi, dan hasil konservasi nan terukur bagi masyarakat maupun lingkungan," ucap dia.

Raja Juli menegaskan, pengembangan pembiayaan inovatif untuk konservasi adalah pelengkap pembiayaan pemerintah dan bukan corak privatisasi taman nasional.

"Seluruh pendekatan nan dikembangkan bakal tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas ekologis, serta faedah nan setara dan inklusif bagi masyarakat sekitar kawasan," papar dia.

Tukar Pandangan

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga berganti pandangan mengenai pengembangan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) sebagai salah satu model konservasi bentang alam nan mengintegrasikan perlindungan jenis kunci, penguatan ekonomi masyarakat, serta mobilisasi investasi jangka panjang untuk konservasi.

Raja Juli juga menyampaikan, Indonesia saat ini mempunyai 57 taman nasional dengan luas nyaris 18 juta hektare nan menjadi rumah bagi beragam jenis ikonik bumi dan ekosistem penting.

"Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan pendekatan pembiayaan nan disesuaikan dengan karakter masing-masing kawasan, termasuk melalui skema blended finance, filantropi, dan pembiayaan publik, guna menutup kesenjangan pendanaan konservasi nan tetap cukup besar," kata dia.

Selain itu, Raja Juli mengatakan, pertemuan bilateral ini juga menegaskan pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan dunia mengenai hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim.

"Indonesia dan Inggris sepakat untuk terus memperkuat perbincangan serta menjajaki beragam kesempatan kerja sama konkret guna mendukung pengelolaan area lindung nan efektif, inklusif, dan berkelanjutan," tandas dia.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita