Indonesia dinilai mempunyai kesempatan besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan investasi terbesar.(Dok. Antara)
INDONESIA dinilai mempunyai kesempatan besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan investasi terbesar di area ASEAN dalam lima tahun ke depan. Besarnya pasar domestik, jumlah masyarakat nan mencapai sekitar 280 juta jiwa, serta kesiapan tenaga kerja produktif menjadi kelebihan nan susah ditandingi negara-negara lain di Asia Tenggara.
Vice President Asia Pacific World Trade Centers Association (WTCA), Scott Wang, mengatakan Indonesia mempunyai kombinasi aspek nan sangat menarik bagi penanammodal global, mulai dari ukuran ekonomi, populasi, hingga prospek pertumbuhan jangka panjang.
"Indonesia bukan hanya negara terbesar di ASEAN dari sisi populasi dan ukuran ekonomi, tetapi juga salah satu nan terbesar di dunia. Anda mempunyai sekitar 280 juta masyarakat dan lebih dari 160 juta angkatan kerja dengan biaya nan kompetitif serta pertumbuhan ekonomi nan sehat," ujar Scott di WTC Jakarta, Selasa (23/6).
Menurut Scott, salah satu kelebihan utama Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga adalah besarnya pasar domestik. Faktor ini menjadi pertimbangan krusial bagi perusahaan multinasional saat menentukan letak investasi maupun pedoman produksi.
Ia mencontohkan, meskipun sejumlah negara mempunyai prasarana upaya nan lebih maju, tidak banyak nan mempunyai pasar domestik sebesar Indonesia.
"Perusahaan dunia tidak hanya mempertimbangkan biaya tenaga kerja untuk aktivitas ekspor. Mereka juga memikirkan di mana produk mereka bakal dijual. Indonesia mempunyai pasar domestik nan sangat besar, dan itu merupakan kelebihan nan tidak dimiliki banyak negara lain," katanya.
Selain didukung pasar domestik, Indonesia juga dinilai semakin menarik di mata penanammodal asing seiring pertumbuhan ekonomi nan relatif stabil serta meningkatnya arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).
Scott menilai masuknya investasi asing tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor properti komersial, industri, hingga logistik nan menjadi penopang aktivitas upaya nasional.
"Investasi asing terus masuk ke Indonesia. Perusahaan-perusahaan dunia nan datang memerlukan ekosistem upaya nan baik, ruang instansi berkualitas, serta support prasarana nan memadai," ujarnya.
WTCA juga memandang kesempatan besar pada sektor industri dan logistik, terutama di tengah tren diversifikasi rantai pasok dunia nan mendorong perusahaan mencari letak investasi baru di luar pusat manufaktur tradisional.
Fenomena nan dikenal sebagai strategi "China Plus One" dinilai membuka kesempatan besar bagi Indonesia untuk menarik relokasi industri dan investasi dari perusahaan internasional nan mau memperluas pedoman produksinya di Asia.
Selain Jakarta, Scott menilai sejumlah kota lain seperti Batam, Makassar, Medan dan beragam kota berkembang lainnya mempunyai potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Kami memandang kesempatan luar biasa tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota tier dua dan tier tiga nan infrastrukturnya terus berkembang. Ketika upaya tumbuh di daerah-daerah tersebut, kebutuhan terhadap ruang komersial dan investasi juga bakal meningkat," katanya.
Meski demikian, Scott mengingatkan bahwa penanammodal dunia tidak hanya memandang ukuran pasar. Faktor lain seperti transparansi kebijakan, kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta kualitas prasarana juga menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perubahan rantai pasok global, Indonesia dinilai mempunyai momentum nan tepat untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi utama di kawasan.
"Investor biasanya memandang prospek 10 hingga 20 tahun ke depan. Mereka memandang ukuran pasar, stabilitas ekonomi, kualitas kebijakan, dan ekosistem upaya secara keseluruhan. Jika faktor-faktor itu terus diperkuat, kami sangat optimistis terhadap masa depan Indonesia," tutur Scott.
WTCA sendiri berkomitmen memperluas jaringan konektivitas upaya melalui pengembangan World Trade Center di beragam wilayah Indonesia guna mendukung integrasi pelaku upaya nasional dengan pasar global.
Dengan kombinasi pasar domestik nan besar, bingkisan demografi, dan meningkatnya minat penanammodal asing, Indonesia dinilai mempunyai modal kuat untuk menjadi salah satu pusat perdagangan dan investasi paling berpengaruh di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·