Indonesia Baru Manfaatkan 11% dari Potensi Panas Bumi 24 GW

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Tbk(PGEO) Ahmad Yani mengatakan Indonesia mempunyai sumber panas bumi nan sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari total persediaan panas bumi 24 gigawatt nan dimiliki oleh Indonesia, nan termanfaatkan baru 11%.

"Inilah nan menjadi PR kita. Maka dalam IIGCE ini, obrolan berbareng investor, pemangku kepentingan, IPP, dan pemerintah sama-sama mencari jalan keluar. Bagaimana daya nan besar ini bisa berkembang di Indonesia," ujar Ahmad Yani kepada CNBC Indonesia, Kamis (20/8/2026).

Salah satu upaya nan dilakukan, menurutnya, adalah menciptakan suasana upaya panas bumi nan feasible dan bankable. Untuk itu, dibutuhkan kalkulasi berbareng untuk mendukung upaya ini.

Adapun dalam RUPTL 2025-2034 kapabilitas panas bumi mencapai 5,2 gigawatt. Dia menilai sasaran tersebut sangat realistis dan juga menjadi sasaran utama PGE. Ahmad Yani menegaskan, PGE mempunyai pipeline nan jelas untuk mencapai sasaran tersebut dan mendukung green RUPTL. Langkah tersebut menurutnya juga menjadi salah satu support pemerintah untuk pengembangan panas bumi.

"Kita di PGE sudah punya sasaran nan jelas nih mengenai dengan opportunity ini," pungkas Ahmad Yani.

PGE menurutnya juga bakal mencapai 1 gigawatt pada 2028 dan menjadi perusahaan panas bumo nomor satu di tanah air.

"Kemudian di tahun 2034 menjadi nomor satu di bumi untuk kapabilitas 1,8 gigawatt. Kita sudah punya pipeline nan jelas jadi tidak ada rumor mengenai dengan resource," tegasnya.

Sebagai informasi, PGE sukses menjalankan Commercial Operation Date (COD) uni 2 PLTP Lumut Balai, dan sudah mulai masuk ke pengeboran dan eksplorasi. Kemudian juga proyek Gunung Tiga, Ulubelu Extension, sudah dilakukan pengeboran dan uji sumur untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Ini salah satu upaya kita gimana mengembangkan potensi nan ada, dengan strategi investasi terukur. Tentu saja aspek commerciality menjadi utama, nan menjadi perhatian utama kita," kata Ahmad Yani.

Proyek-proyek panas bumi garapan PGE pun memberikan nilai tambah pada masyarakat sekitar proyek, dan membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah. Misalnya saja di Kamojang, nan menjadi bukti selama lebih dari 4 dasawarsa bertumbuh berbareng masyarakat.

"Di Kamojang itu membuktikan lebih dari 4 dasawarsa PGE berbareng masyarakat tumbuh berbareng dalam membangun ekonomi di sana. Tumbuh berbareng mengenai dengan knowledge-nya, community development, untuk penguatan ekonomi masyarakat, itu terbukti," jelasnya.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News