Karyawan memperlihatkan duit dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).( ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym)
PENGAMAT Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut dalam satu pekan ke depan indeks dolar AS akan kembali menguat tajam dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah Rupiah dan emas.
“Akan berakibat signifikan terhadap naiknya nilai minyak, kemudian melemahnya mata duit rupiah, dan melemahnya nilai emas bumi dan logam mulia,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (7/6).
Ibrahim mengatakan nilai tukar rupiah dalam satu pekan ke depan kemungkinan ditransaksikan di Rp17.950 sampai Rp18.250 per dolar AS.
“Kalau gejolak geopolitik ini tetap bakal terus berlangsung, kemudian spekulasi The Fed bakal mempertahankan suku kembang tinggi dan meningkatkan suku bunga, di akhir Juni ini, rupiah kemungkinan besar 99,99% itu bakal di Rp19.000 (per dolar AS),” ungkapnya.
Ia pun mengungkapkan faktor-faktor nan mempengaruhi perubahan indeks dolar, nilai minyak mentah, rupiah, nilai emas dunia, dan logam mulia. Pertama ialah kondisi geopolitik di Timur Tengah nan kembali memanas setelah Amerika melakukan penyerangan terhadap radar-radar Iran di Selat Hormuz, terutama di Pulau Qeshm dan Goruk.
Ibrahim menilai genjatan senjata antara Amerika dan Iran kemungkinan besar tidak bakal berumur panjang. Pasalnya Amerika mengatakan pangkalan-pangkalan udaranya di Timur Tengah rusak berat dan kemungkinan besar bakal menggunakan aset-aset nan dimiliki Iran.
Kemudian, sambung dia, Israel terus melakukan penyerangan terhadap Libanon dan Jalur Gaza. Proksi Libanon Selatan, Hisbullah, juga terus terdesak. Saat ini Israel sudah menguasai wilayah bukan lagi 20% tapi sudah 35% wilayah Libanon Selatan.
“Ini nan bakal membikin nilai minyak dan dolar Amerika ini bakal kembali mengalami penguatan,” ungkap Ibrahim.
Faktor selanjutnya adalah kebijakan Bank Sentral Amerika nan kemungkinan besar bakal mempertahankan suku kembang tinggi dan bakal meningkatkan suku kembang di kuartal keempat sebesar 25 pedoman poin.
“Ini nan membikin dolar kembali lagi mengalami penguatan sehingga berakibat terhadap penurunan nilai emas dunia. Emas bumi akhirnya melemah, kemudian logam mulia juga melemah,” papar Ibrahim. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·