Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |13:37 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. Realisasi ini mengalami peningkatan sebesar 19,09 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode nan sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa lonjakan keahlian impor tersebut paling dominan ditopang oleh masuknya komoditas nonminyak dan gas (nonmigas) nan nilainya mencapai USD19,53 miliar alias tumbuh 17,20 persen YoY. Sementara itu, nilai impor migas Indonesia tercatat sebesar USD3,53 miliar alias melonjak 30,73 persen YoY.
“Total impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh impor nonmigas dengan andil peningkatan 14,57 persen,” kata Ateng dalam konvensi pers, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan kategori penggunaannya, seluruh golongan peralatan impor mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari peralatan konsumsi, bahan baku/penolong, hingga peralatan modal.
Rinciannya, nilai impor peralatan konsumsi mencapai USD2,10 miliar alias naik 11,93 persen YoY. Kemudian, impor bahan baku/penolong mencatatkan porsi terbesar senilai USD16,67 miliar alias melesat 22,48 persen YoY.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·