Impor Kedelai dan Gandum AS Bebas Tarif, Harga Tahu-Tempe Bisa Lebih Murah?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 20 Februari 2026 |14:33 WIB

Impor Kedelai dan Gandum AS Bebas Tarif, Harga Tahu-Tempe Bisa Lebih Murah?

Impor Kedelai dan Gandum AS Bebas Tarif, Harga Tahu-Tempe Bisa Lebih Murah? (Foto: Prabowo dan Trump/Setpres)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani kerja sama perdagangan Agreement of Reciprocal Trade (ART) dengan tajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”. Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

1.819 Produk RI Bebas Tarif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa dalam perjanjian kedua negara sepakat menghapus tarif bea masuk alias menetapkan tarif 0% untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia nan diekspor ke AS, nan mana ini memungkinkan ribuan komoditas nasional sekarang dapat masuk ke pasar AS tanpa dikenakan bea masuk, setelah sebelumnya terancam tarif resiprokal sebesar 19%.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, nan tarifnya adalah 0%. Dan unik untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga bakal memberikan tarif 0% dengan sistem Tariff Rate Quota alias TRQ," ungkap Airlangga dalam konvensi pers nan digelar secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut bakal memberikan akibat besar terhadap sektor padat karya, khususnya industri tekstil dan apparel nan menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja. Jika dihitung berbareng family pekerja, kebijakan ini berpotensi berakibat pada sekitar 20 juta masyarakat Indonesia.

Produk Pertanian AS Masuk RI Bebas Bea Masuk

Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia juga disebut Airlangga berkomitmen memberikan akomodasi tarif nol persen bagi sejumlah produk asal Amerika Serikat, terutama komoditas pertanian seperti gandum (wheat) dan kedelai (soy bean). Dia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bakal membebani masyarakat.

"Sehingga masyarakat Indonesia bayar 0% untuk peralatan nan diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam perihal ini noodle ataupun dalam corak tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku nan kita impor dari Amerika Serikat," lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com