, SURABAYA, – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai impor Jawa Timur pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 13,70 miliar dolar AS. Capaian ini menunjukkan lonjakan sebesar 14,36 persen jika dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, di Surabaya, Rabu, menjelaskan bahwa kenaikan signifikan ini utamanya didorong oleh meningkatnya keahlian impor nonmigas. Tercatat, nilai impor nonmigas mencapai 11,10 miliar dolar AS alias tumbuh 11,74 persen dibandingkan Januari-Mei 2025.
"Peningkatan nilai impor ini sejalan dengan menguatnya keahlian impor sektor nonmigas nan mencapai 11,10 miliar dolar AS," ujar Herum.
Kinerja Impor Migas dan Nonmigas
Selain sektor nonmigas, impor migas juga mencatatkan pertumbuhan nan cukup tinggi. Nilai impor migas meningkat 27,02 persen, dari 2,05 miliar dolar AS menjadi 2,60 miliar dolar AS. Kenaikan ini ditopang oleh impor minyak mentah nan melonjak 42,86 persen, dari 203,47 juta dolar AS menjadi 290,67 juta dolar AS. Begitu pula dengan impor hasil minyak nan naik 28,26 persen, dari 1,33 miliar dolar AS menjadi 1,71 miliar dolar AS.
Pada golongan nonmigas, peningkatan terbesar terjadi pada komoditas buah-buahan (HS 08) nan naik 159,45 juta dolar AS alias 34,87 persen. Sebagian besar impor komoditas tersebut berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai 556,52 juta dolar AS.
Komoditas lain nan mencatat kenaikan signifikan adalah pupuk (HS 31) sebesar 120,16 juta dolar AS alias 27,05 persen, serta plastik dan peralatan dari plastik (HS 39) nan meningkat 106,86 juta dolar AS. Sementara itu, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) tetap menjadi kontributor terbesar impor nonmigas dengan nilai 1,18 miliar dolar AS, naik 16,14 persen dibandingkan periode nan sama tahun lampau nan sebesar 1,01 miliar dolar AS.
Selama Januari-Mei 2026, sepuluh golongan peralatan nonmigas terbesar berasas kode HS dua digit memberikan kontribusi 59,52 persen terhadap total impor nonmigas Jawa Timur. Dari sisi pertumbuhan, impor sepuluh golongan peralatan tersebut meningkat 14,66 persen dibandingkan periode nan sama pada 2025.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·