Niko Prayoga
, Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |09:13 WIB

Legenda Iblis Nian dan Iblis Sui Cikal-bakal Identitas Warna Merah dan Emas. (Foto: Freepik)
JAKARTA - Perayaan Imlek selalu menjadi momentum nan banyak dinantikan, bukan hanya oleh masyarakat umum nan tertarik dengan hiasan dan hiasan Imlek, tetapi juga masyarakat Tionghoa sebagai hari spiritual mereka.
Perayaan Imlek sendiri identik dengan warna merah dan emas nan terdapat pada beragam hiasan hiasan berupa lampion dan gantungan unik China. Hiasan tersebut banyak dipajang di beragam titik, baik di tempat umum maupun rumah-rumah pribadi.
Lalu, kenapa Imlek selalu identik dengan warna merah dan emas? Simak tulisan berikut untuk mengetahui alasannya.
Melansir dari Confucius Institute for Scotland, Selasa (17/2/2026), warna merah nan selalu datang setiap seremoni Imlek bermulai dari legenda Iblis Nian. Iblis Nian merupakan makhluk berkepala singa dengan tanduk tajam nan sering meneror penduduk desa.
Iblis Nian hidup di laut dan bakal muncul ke daratan setiap akhir tahun dalam penanggalan lunar untuk meneror dan memangsa penduduk desa. Karena itu, penduduk desa ketakutan dan selalu menutup rumah rapat-rapat setiap akhir tahun.
Pada suatu hari, datang seorang laki-laki tua berbulu perak kepada tetua desa. Ia berjanji bakal mengusir Iblis Nian agar tidak terus-menerus mengganggu warga. Namun, banyak penduduk nan tidak percaya terhadap janji laki-laki tersebut dan tetap menutup rapat rumah mereka saat malam pergantian tahun tiba.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·