Polisi menangkap komplotan perampok bermodus investasi bodong di wilayah Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Modusnya, para korban diiming-imingi duit mainan.
Sebanyak empat pelaku ditangkap oleh penyidik. Penangkapan ini berasas penyelidikan polisi.
"Penyelidikan kami sukses mengamankan empat orang terduga pelaku," kata Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban seorang laki-laki berinisial T dirampok oleh pelaku pada Kamis, 18 Maret 2026, di Desa Cijayanti. Mulanya, korban dihubungi oleh pelaku MF untuk menyiapkan sebuah duit untuk biaya investasi.
"Yang diiming-imingi oleh terduga pelaku kerabat F bakal dikembalikan oleh bosnya tiga kali lipat jadi iming-iming bisnis. Kemudian korban T menyiapkan biaya tersebut berbareng teman-temannya terkumpul sejumlah kurang lebih Rp 125 juta," bebernya.
Eksekusi Korban
Korban berbareng pelaku MF kemudian berjumpa dan pergi bersama-sama ke letak nan telah ditentukan. Kemudian pelaku lainnya mencegat keduanya dan eksekusi dilakukan.
"Setelah diadang mobil korban, turun sekitar lima orang nan tidak dikenal. Lima orang tidak dikenal tersebut dua orang nan berinisial nan berinisial F dan R menghampiri korban T," tuturnya.
Korban sempat mengalami kekerasan bentuk oleh pelaku. Kepada korban, pelaku juga menodongkan airsoft gun. Keempat pelaku diketahui mempunyai peran nan berbeda dalam kasus itu.
"Yang pertama terduga pelaku MF berkedudukan sebagai pencari korban alias pasien. nan kedua, terduga pelaku YS berkedudukan mengambil uang. Ketiga, terduga pelaku N berkedudukan menyediakan kendaraan Calya warna hitam. Keempat, terduga pelaku A berkedudukan sebagai pembantu alias driver untuk para pelaku," sebutnya.
"Saat ini seluruh terduga pelaku dari hasil pemeriksaan statusnya sudah dinaikkan tersangka dengan dasar perangkat bukti nan cukup," tambah Trias.
Diimingi Duit Mainan
Polisi menyita duit mainan sebagai peralatan bukti. Uang itulah nan disebut bakal diserahkan kepada korban.
"Koper nan berisikan duit mainan nan di mana duit tersebut ditujukan untuk mengiming-imingi korban bahwa apa namanya pengembalian tiga kali lipat itu," katanya.
Pelaku melancarkan aksinya sudah lebih dari satu kali. Modusnya selalu sama, menawari calon korban untuk berinvestasi upaya dengan iming-iming duit lebih.
"Bisnisnya pun sampai saat ini tetap dalam pendalaman," ungkapnya.
Pelaku pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah Kecamatan Kemang. Total untung nan diraup pelaku dalam beberapa kali bertindak itu mencapai nyaris Rp 400 juta.
"Kurang lebih untung pelaku ini sekitar Rp 300-an (juta) ya... dengan emas nyaris sekitar Rp 400 juta," ujarnya.
Lihat juga Video: Momen Penangkapan 2 Perampok Spesialis Rumah Kosong di Makassar
(rdp/rdp)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·