loading...
Alam Semesta. FOTO/ Live Science
LONDON - Penelitian internasional nan baru saja dipublikasikan menunjukkan bahwa alam semesta mengembang sekitar 10% lebih sigap daripada nan diprediksi sebelumnya, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan tentang materi gelap dan energi.
Penelitian nan dilakukan oleh para astrofisikawan Caroline Huang, Stefano Casertano, dan Dillon Brout ini diterbitkan dalam jurnalAstronomy and Astrophysics.
Tujuan tim ini adalah untuk secara jeli menentukan laju ekspansi alam semesta sejak Big Bang, sekitar 14 miliar tahun nan lalu.
Menurut temuan baru, semakin besar jarak antar galaksi, semakin sigap mereka bergerak menjauh satu sama lain.
Sebuah galaksi nan berjarak sekitar 3 juta tahun sinar dari Bumi bakal bergerak menjauh dengan kecepatan sekitar 74 km/detik, sedangkan pada jarak dua kali lipatnya, kecepatannya meningkat menjadi sekitar 145 km/detik.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·