Ikan Pelagis Besar Topang Ekonomi Masyarakat Pesisir Lebak

Sedang Trending 1 hari yang lalu

, LEBAK, – Masyarakat pesisir Kabupaten Lebak, Banten, semakin mengandalkan ikan pelagis besar sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Komoditas ini tidak hanya diandalkan melalui aktivitas penangkapan, tetapi juga pengembangan upaya pengolahan nan memberikan nilai tambah dan memperluas akses pasar hingga ke rantai ekspor.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, di Lebak, Jumat, mengatakan bahwa ikan pelagis besar yang melimpah di perairan selatan Banten alias Samudera Hindia menjadi komoditas utama penopang mata pencaharian ribuan nelayan. Kelimpahan ini sekaligus menggerakkan rantai upaya perikanan di wilayah tersebut.

"Jenis ikan nan banyak ditangkap meliputi tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, hingga tongkol," katanya.

Nilai Ekonomi dan Rantai Pasar

Untuk ikan tuna, berat per ekor apalagi dapat mencapai sekitar 60 kilogram. Harga jualnya bervariasi antara Rp40 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, berjuntai pada jenis dan kualitas hasil tangkapan.

Winda menjelaskan, sebagian hasil tangkapan dipasarkan melalui perusahaan nan mengekspor produk perikanan dari Jakarta. Sisanya menjadi bahan baku industri pengolahan di daerah. Pola tersebut menciptakan rantai nilai nan memberikan faedah ekonomi lebih luas, mulai dari nelayan, pedagang, pelaku upaya pengolahan, hingga sektor distribusi.

"Kami meyakini produksi tangkapan ikan pelagis besar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir," katanya menjelaskan.

Geliat UMKM Pengolahan Ikan

Aktivitas perikanan di Kabupaten Lebak juga mendorong tumbuhnya ratusan pengusaha UMKM berbasis hasil laut. Mereka memproduksi beragam olahan, seperti abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, ikan asin, pindang, otak-otak, dendeng ikan, rendang ikan, hingga jenis camilan berbahan baku ikan.

Menurut Winda, pengembangan industri pengolahan tersebut memperkuat nilai tambah komoditas perikanan. Hal ini sekaligus memperluas kesempatan upaya dan penyerapan tenaga kerja di area pesisir.

Berdasarkan laporan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), nilai transaksi hasil pelelangan mencapai sekitar Rp8 miliar setiap bulan alias sekitar Rp96 miliar dalam setahun. Kontribusi terbesar berasal dari komoditas ikan pelagis besar. Saat ini terdapat 3.635 nelayan nan beraksi di pesisir selatan Kabupaten Lebak dengan total produksi tangkapan berkisar 6.000 hingga 7.500 ton per tahun.

Kisah Sukses Pelaku Usaha

Pelaku UMKM pengolah ikan di Kecamatan Binuangeun, Bedah (45), mengatakan usahanya memproduksi abon ikan nan dipasarkan sebagai bahan baku kepada perusahaan di Jakarta dan Tangerang. Harga jual abon ikannya mencapai Rp150 ribu per kilogram.

Dalam sebulan, usahanya bisa memasok hingga 500 kilogram abon ikan alias menghasilkan omzet sekitar Rp75 juta. Produk tersebut selanjutnya dikemas dan dipasarkan oleh mitra upaya dengan merek UMKM "Bu Bedah" setelah memenuhi persyaratan perizinan dan pelabelan.

Ia mengatakan abon ikan produksinya mempunyai daya simpan hingga delapan bulan tanpa bahan pengawet. Cita rasanya gurih serta kandungan proteinnya tetap terjaga sehingga mempunyai daya saing di pasar.

Sementara itu, nelayan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Rohman (55), mengaku keberadaan stok ikan pelagis besar memberikan kepastian upaya bagi nelayan. Hasil tangkapan tetap bisa memberikan pendapatan nan menopang kebutuhan keluarga. Dalam satu kali melaut selama sekitar sepekan, nelayan dapat memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp1,8 juta setelah dikurangi biaya operasional.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional