Ilustrasi IHSG(Antara)
NILAI Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis sore ditutup melemah 101,28 poin alias 1,70 persen ke level 5.839,78.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat ambruk hingga menyentuh level terendah harian di 5.644 sebelum memangkas sebagian kerugiannya menjelang penutupan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas menilai, pelemahan indeks terjadi seiring maraknya beragam rumor di pasar domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor.
"Tekanan jual bersambung dari perdagangan sehari sebelumnya akibat maraknya beragam macam rumor di pasar domestik di tengah ketidakpastian nan tinggi serta rendahnya kepercayaan investor," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6).
Selain itu, pelemahan rupiah nan ditutup turun sekitar 0,46 persen ke level Rp18.049 per dolar AS turut membebani sentimen pasar. Di area Asia, kebanyakan indeks saham juga bergerak melemah akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran nan mendorong kenaikan nilai minyak serta memicu kekhawatiran terhadap potensi peningkatan inflasi global.
Berdasarkan kajian teknikal, pelebaran histogram negatif Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI mengindikasikan tekanan jual tetap cukup kuat.
Meski IHSG sukses menjauhi level terendah intradayi, pergerakan indeks diperkirakan tetap naik turun dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji area support pada kisaran 5.700-5.800.
Sementara, pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai penurunan IHSG dipicu kombinasi sejumlah sentimen negatif nan datang secara bersamaan.
Menurut dia, pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS terjadi berbarengan dengan berlanjutnya arus keluar biaya asing, baik dari pasar saham maupun surat berbobot negara.
"Di saat nan sama, pasar juga mendapat sentimen negatif dari outlook Moody's terhadap Danantara," tuturnya.
Dari eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat, sementara kebijakan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump berpotensi menekan sejumlah sektor ekspor Indonesia.
"Kombinasi beragam sentimen negatif tersebut kemudian diperparah oleh aspek teknikal berupa panic selling dan pengaruh margin call, sehingga tindakan jual semakin besar dan membikin penurunan IHSG menjadi lebih dalam pada perdagangan hari ini," jelasnya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor ditutup di area merah. Pelemahan terdalam dialami sektor industri nan turun 4,07 persen, diikuti sektor properti sebesar 3,28 persen dan sektor peralatan konsumsi primer sebesar 2,36 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,29 juta kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 39,68 miliar lembar saham senilai Rp25,53 triliun. Sebanyak 106 saham menguat, 623 saham melemah, dan 85 saham tidak mengalami perubahan harga. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·