Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Kamis (18/6) dengan pelemahan. Pergerakan IHSG tertekan lantaran pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang pengumuman dari indeks saham dunia MSCI serta agenda rebalancing FTSE Russel nan bakal berjalan pada Jumat (19/6).
IHSG ditutup turun 48,40 poin alias 0,78% ke level 6.172,34. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 8,31 poin alias 1,33% menjadi 616,92.
"Investor condong hati-hati menjelang <em>rebalancing</em> indeks FTSE dan pengumuman MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (18/6).
Dari sisi domestik, penanammodal tetap menunggu sejumlah agenda penting, termasuk pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing indeks FTSE nan dijadwalkan pada Jumat (19/6).
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang bakal dirilis pada Rabu (24/6) pekan depan.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) kembali meningkatkan suku kembang referensi BI Rate sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,75% pada Kamis. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi.
Dengan keputusan tersebut, total kenaikan BI Rate sepanjang periode ini mencapai 100 bps dan membikin suku kembang referensi berada di level tertinggi sejak April 2025.
Dari pasar global, muncul berita bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Iran telah menandatangani nota kesepahaman secara digital sebagai langkah awal pengembangan kesepakatan perdamaian permanen dengan Iran.
Pada awal perdagangan, IHSG langsung bergerak di area negatif dan tetap berada di area merah hingga penutupan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, tekanan jual tetap terjadi sehingga IHSG memperkuat di teritori negatif sampai perdagangan berakhir.
Berdasarkan pengelompokkan sektor IDX-IC, terdapat lima sektor nan sukses menguat. Kenaikan terbesar dipimpin sektor peralatan baku nan meningkat 2,49%. Selanjutnya, sektor peralatan konsumen non-primer serta sektor transportasi dan logistik masing-masing naik 0,47% dan 0,29%.
Di sisi lain, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor prasarana menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 1,96%, disusul sektor finansial nan turun 1,32% serta sektor kesehatan melemah 1,07%.
Sejumlah saham dengan kenaikan terbesar pada perdagangan hari ini antara lain CBUT, JECC, ZONE, KOPI, dan RLCO. Sementara saham nan mencatat penurunan nilai terbesar meliputi KONI, DEFI, BCIC, DPUM, dan ESIP.
Aktivitas perdagangan saham tercatat mencapai 1.779.000 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 23,68 miliar saham. Nilai transaksi pada hari ini mencapai Rp17,97 triliun. Dari keseluruhan perdagangan, sebanyak 271 saham mengalami kenaikan, 445 saham melemah, dan 243 saham bergerak stagnan.
Di area Asia, pergerakan sejumlah indeks saham menunjukkan hasil beragam. Indeks Nikkei menguat 1.223,75 poin alias 1,75% ke level 71.126,00. Sebaliknya, indeks Hang Seng turun 387,35 poin alias 1,59% menjadi 23.924,81.
Indeks Shanghai juga melemah 17,59 poin alias 0,43% ke posisi 4.090,48, sedangkan indeks Strait Times mencatat kenaikan 36,38 poin alias 0,70% ke level 5.212,84. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·