IHSG Kembali Tembus 6.000, Danantara Sebut Kepercayaan Investor ke RI Tinggi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dony Oskaria mendatangi kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat (12/6) dengan melesat kembali menembus level psikologis 6.000. Kebangkitan pasar modal ini melangkah beriringan dengan nilai tukar rupiah nan kembali menguat ke level Rp 17.900-an.

IHSG menguat 157,52 poin alias 2,64 persen ke level 6.043,55 pada penutupan sesi I. Nilai transaksi mencapai Rp 11,85 triliun dari 21,56 miliar lembar saham nan diperdagangkan, dengan gelombang sebanyak 1,36 juta kali.

​Penguatan indeks ini secara dominan ditopang oleh keahlian positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan nan melesat hingga di kisaran 7 persen, sektor perbankan pelat merah (Himbara), dan Telkom. Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli nan masif dari penanammodal domestik maupun asing.

Menanggapi momentum positif ini, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan pasar.

​"Melihat pergerakan IHSG nan melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar Rupiah nan kembali menguat hari ini, kita patut berterima kasih dan bangga. Terima kasih nan sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar. Ini adalah bukti nyata bahwa penanammodal dunia maupun domestik meletakkan kepercayaan penuh pada ketangguhan esensial ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony Oskaria dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

​Dony menegaskan, kekuasaan saham BUMN dalam mendorong laju IHSG adalah refleksi nyata dari kualitas esensial upaya nan sehat berkah transformasi berkelanjutan. Lebih jauh, dia membujuk masyarakat untuk terus merawat optimisme, lantaran stabilitas ini bakal berakibat langsung pada ekonomi riil.

​"Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan nan sedang dijalankan berada di jalur nan tepat. Iklim investasi nan stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis berbobot tinggi. Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi bakal bermuara pada pembuatan lapangan kerja baru nan lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," kata Dony.

​Kebangkitan IHSG dan Rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah sigap dan strategis pemerintah berbareng otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku kembang referensi menjadi 5,50 persen, sebuah keputusan krusial nan langsung memulihkan kepercayaan pasar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan