ilustrasi(Antara)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (15/10) dibuka melemah. Pergerakan ini mengikuti tren negatif bursa area Asia nan tertekan oleh rilis info inflasi Amerika Serikat (AS) nan melampaui ekspektasi pasar.
IHSG mencatatkan penurunan sebesar 25,89 poin alias 0,44% ke posisi 5.917,13. Sejalan dengan indeks utama, golongan 45 saham unggulan alias Indeks LQ45 juga terkoreksi 2,97 poin alias 0,50% ke level 591,62.
Sentimen Global dan Inflasi AS
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan indeks di bursa AS dan Asia dipicu oleh info Consumer Price Index (CPI) AS nan lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran penanammodal terhadap potensi kenaikan suku kembang referensi oleh The Fed.
Berdasarkan info nan dirilis, inflasi CPI AS pada September 2026 naik 0,6% secara bulanan (mtm), sementara inflasi inti berada di nomor 0,3% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi Agustus 2026 nan masing-masing sebesar 0,4% dan 0,3%.
Secara tahunan, inflasi AS menyentuh level 3,7% (yoy) dengan inflasi inti di level 2,6%. Keduanya menunjukkan tren peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya dan berada di atas proyeksi pasar.
Proyeksi Pasar dan Data Ekonomi Mendatang
Ratna memprediksi IHSG bakal bergerak secara sideways dalam rentang 5.800 hingga 6.000 pada perdagangan hari ini. Namun, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap aspek eksternal lainnya.
"Perlu diwaspadai penguatan nilai minyak nan bersambung serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku kembang The Fed," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Selain info CPI, penanammodal sekarang menantikan rilis info ekonomi AS lainnya, ialah Producer Price Index (PPI) nan diprediksi melambat ke 5,3% (yoy) dan info retail sales nan diperkirakan melambat menjadi 0,3% (mtm) pada September 2026.
Ringkasan Pembukaan Pasar (Kamis, 15 Oktober 2026)
| IHSG | 5.917,13 | -0,44% (-25,89 poin) |
| Indeks LQ45 | 591,62 | -0,50% (-2,97 poin) |
| Inflasi CPI AS (yoy) | 3,7% | Di atas ekspektasi |
| Inflasi Inti AS (yoy) | 2,6% | Meningkat dari Agustus |
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis bahwa IHSG mempunyai ruang untuk pulih meskipun saat ini tengah tertekan oleh kombinasi sentimen dunia dan domestik sepanjang tahun ini. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·