IHSG Hari Ini 1 September 2026 Ditutup Menguat ke 6.599

Sedang Trending 2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini 1 September 2026 Ditutup Menguat ke 6.599 ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 1 September 2026, ditutup menguat signifikan. Pergerakan indeks didorong oleh stabilitas info ekonomi domestik serta kepastian kebijakan moneter pascapengesahan Gubernur Bank Indonesia (BI) nan baru.

IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan 74,46 poin alias 1,14% ke posisi 6.599,94. Sejalan dengan itu, golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 juga terkerek naik 10,58 poin alias 1,64% ke level 654,41.

Indikator Pasar Posisi Penutupan Perubahan
IHSG 6.599,94 +1,14%
Indeks LQ45 654,41 +1,64%

Sentimen Domestik: Kredibilitas Fiskal dan Inflasi

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif terhadap kredibilitas fiskal pemerintah. Hal ini terlihat dari sasaran defisit anggaran sebesar 2,40% pada 2027 serta realisasi anggaran hingga Juli 2026 nan tetap solid.

Data menunjukkan pendapatan negara tumbuh 21,3% (yoy) dan shopping meningkat 18,2% (yoy). Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% (mtm) alias 3,19% (yoy), nan tetap berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia.

Kabar positif lainnya datang dari neraca perdagangan Juli 2026 nan mencatatkan surplus sebesar 120 juta dolar AS, membalikkan kondisi defisit pada bulan sebelumnya. "Surplusnya neraca perdagangan tentunya bakal menopang dan memperkuat stabilitas pasar finansial dalam negeri," ujar Nico.

Kepastian Kebijakan Moneter

Pasar juga merespons positif hasil Rapat Paripurna DPR RI nan mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI untuk periode 2026-2031. Langkah ini dinilai memberikan kepastian norma dan arah kebijakan moneter nan kuat di tengah gejolak global.

Namun, di sisi lain, sektor manufaktur menunjukkan perlambatan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global S&P Indonesia turun ke level 49,8 pada Agustus 2026, masuk ke area kontraksi dari posisi 50,2 pada Juli 2026.

Tekanan Geopolitik Global

Berbeda dengan IHSG, kebanyakan bursa di area Asia justru bergerak melemah. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz. Eskalasi militer tersebut mendorong kenaikan nilai minyak bumi dan memicu kekhawatiran bakal inflasi dunia serta potensi pengetatan moneter lebih lanjut oleh bank sentral dunia.

Catatan Redaksi: Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan menunda penerapan perdagangan saham dengan nilai Rp1 hingga pekan ketiga September 2026.

(Ant/E-3) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia