IHSG Anjlok, DPR Desak OJK Benahi Pasar Modal

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 8,01 persen hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). Penurunan tersebut terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi mengenai usulan penurunan pengelompokkan pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

IHSG merosot ke level 5.393,92 sehingga perdagangan dihentikan selama 30 menit. Menanggapi kondisi tersebut, personil Komisi XI DPR dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi pasar modal.

Habib Idrus menilai gejolak pasar kudu menjadi bahan pertimbangan serius bagi OJK dan BEI. Meski demikian, keputusan MSCI belum final. Masukan dari pelaku pasar tetap diterima hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Juni 2027.

”Artinya, tetap terdapat ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan perbaikan nan nyata,” ujar Habib Idrus, Jumat (16/10/2026).

Habib Idrus meminta OJK memprioritaskan lima langkah pembenahan. Langkah tersebut mencakup penguatan transparansi kepemilikan saham (beneficial ownership), peningkatan kualitas free float alias porsi saham nan tersedia untuk diperdagangkan publik, serta pengetatan pengawasan terhadap manipulasi perdagangan.

Selain itu, OJK diminta meningkatkan keterbukaan info emiten dan menyusun peta jalan reformasi pasar modal nan dilengkapi sasaran serta tenggat waktu nan jelas.

”OJK kudu membuktikan bahwa reformasi pasar modal bukan sekadar memenuhi daftar persyaratan MSCI,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑