Ibu Kota Tetangga RI Krisis, Pemerintah Umumkan Solusi Darurat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Kota Filipina, Manila, tengah berhadapan dengan krisis transportasi publik menyusul kurangnya armada kereta api di jalur Light Rail Transit 2 (LRT-2) nan memicu penumpukan dan antrean panjang komuter. Merespons kekacauan tersebut, Menteri Transportasi Filipina Giovanni Lopez langsung menginstruksikan pengerahan armada bus secara besar-besaran sebagai langkah pengganti darurat.

Mengutip The Manila Times, Kamis (15/10/2026), petunjuk tegas Lopez ini sejalan dengan perintah langsung dari Presiden Ferdinand Marcos Jr. nan menginginkan perjalanan penumpang di LRT-2 tetap melangkah tertib dan lancar sembari pemerintah berupaya mengatasi krisis kekurangan gerbong kereta tersebut. Lopez telah mengarahkan Otoritas Transit Kereta Api Ringan (LRTA) untuk segera berkoordinasi secara intensif dengan Badan Waralaba dan Regulasi Transportasi Darat (LTFRB) dalam menyebar armada bus support di beragam stasiun.

Saat melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Antipolo, Lopez secara unik menugaskan Administrator LRTA Hernando Cabrera untuk bekerja-sama penuh dengan LTFRB demi mempercepat penempatan bus di sepanjang rute operasional LRT-2. Langkah taktis ini segera dieksekusi agar mobilitas perekonomian dan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut tidak lumpuh total.

"Kita kudu mengeksplorasi langkah-langkah pengganti agar tidak menunda perjalanan para siswa nan berangkat ke sekolah, tenaga kerja nan melapor ke instansi mereka, dan komuter nan berjalan ke tempat tujuan masing-masing," paparnya.

"Dan dengan langkah apa pun nan kita bisa, mari kita berikan sedikit kelegaan kepada para penumpang nan menunggu dalam antrean," tutur Lopez.

Selain mengerahkan armada bus tambahan, sang menteri juga memberikan agunan absolut bahwa tidak bakal ada gangguan jasa bagi para penumpang. Ia secara tegas menginstruksikan penyediaan jalur prioritas unik di setiap titik stasiun bagi penduduk lanjut usia (lansia) maupun penyandang disabilitas.

Tak hanya itu, Lopez turut memerintahkan Cabrera untuk memastikan ventilasi udara nan layak selalu terjaga di seluruh area stasiun. Fasilitas penunjang mobilitas penumpang, seperti eskalator dan elevator, juga wajib dipastikan selalu dalam kondisi prima dan berfaedah dengan baik setiap saat.

Guna melegalkan operasi darurat ini, Lopez telah meminta LRTA dan LTFRB untuk segera mengkaji publikasi izin unik bagi armada bus komersial tersebut. Izin ini bermaksud untuk secara sah menyediakan moda transportasi pengganti bagi penumpang LRT-2, setidaknya hingga kesiapan biaya segar untuk pengadaan rangkaian kereta baru sukses dipenuhi oleh negara.

Sebagai informasi, pihak LRTA saat ini mengoperasikan LRT-2 sebagai jalur rel tunggal nan membentang dari arah timur ke barat. Jalur vital transportasi ini membentang sepanjang 17,6 kilometer dan melintasi 13 stasiun, menghubungkan area Recto di ibu kota Manila hingga bermuara di Kota Antipolo di Provinsi Rizal.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑