Ibu-Ibu Stop Ngomel! Ini 6 Trik Ampuh Atasi Anak yang Suka Cuekin Orangtua

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ibu-Ibu Stop Ngomel! Ini 6 Trik Ampuh Atasi Anak nan Suka Cuekin Orangtua Ilustrasi(Magnific)

MEMBUAT anak mau mendengarkan perintah sering kali menjadi tantangan besar bagi para orangtua. Selepas sekolah, anak-anak biasanya sudah terlalu capek untuk terus memperhatikan dan memilih untuk tidak acuh.

"Antara sekolah dan rumah, anak-anak biasanya jenuh memperhatikan dan memutuskan bahwa mereka perlu mengabaikan sekitar," kata Doreen Miller, seorang edukator orangtua di Institute for Parenting, Adelphi University, New York.

6 Tips Anak Dengar Orangtua

Meskipun perilaku mengabaikan ini wajar pada anak-anak, para mahir membagikan enam strategi praktis agar anak mau mendengarkan tanpa orangtua kudu berulang kali mengomel.

1. Hindari Informasi Berlebihan (Information Overload)

Otak anak mempunyai kapabilitas terbatas dalam memproses informasi. Memberikan terlalu banyak perintah sekaligus hanya bakal membikin mereka lupa. Alih-alih memberikan petunjuk panjang, Miller menyarankan untuk membagi permintaan menjadi dua bagian. Contohnya, minta anak mematikan TV terlebih dahulu, baru berikan petunjuk berikutnya dengan pilihan nan menyenangkan seperti, "Mau melompat alias melangkah ke bilik mandi?".

2. Bicara secara Langsung dan Singkat

Ketika orang tua terlalu bertele-tele dalam menjelaskan argumen di kembali sebuah perintah, konsentrasi anak bakal langsung terpecahkan. Sampaikan permintaan dengan ringkas dan langsung pada intinya di awal kalimat, misalnya, "Sayang, pakai sepatumu sekarang lantaran kita bakal pergi ke taman bermain."

3. Perbaiki Cara Penyampaian

Menurut Margret Nickels, PhD, kepala Center for Children and Families di Erikson Institute, Chicago, anak bakal mendengarkan lebih baik jika orangtua melibatkan indra selain pendengaran. Jaga kontak mata langsung sembari meletakkan tangan Anda di pundak mereka saat berbicara.

Pengalaman ini diterapkan Gractia Manning asal Ohio untuk memastikan putrinya nan berumur 6 tahun betul-betul mendengarkan dengan langkah memintanya mengulangi ucapan sang ibu.

"Di masa lalu, jika saya berkata, 'Tidak boleh makan di ruang family saat pengasuh ada di sini,' Kate bakal menjawab, 'OK.' Lalu kemudian, setelah dia melanggar aturan, [dia] bakal menyatakan dia tidak pernah mendengar saya mengatakan itu," jelas Manning.

4. Jangan Menjadi Seperti 'Kaset Rusak'

Berhenti mengulang-ulang perintah nan sama. Anak-anak bisa terbiasa untuk baru merespons setelah perintah kelima lantaran menganggap bunyi orangtua hanya sebagai angin lalu. Dr. Nickels menyarankan untuk memberikan petunjuk spesifik maksimal dua kali, lampau terapkan akibat tegas jika mereka tidak patuh, seperti menyita mainan mereka. Sebaliknya, puji anak ketika mereka langsung mendengarkan pada perintah pertama.

5. Ubah Kegiatan Mendengarkan Menjadi Permainan

Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk diceramahi. Ajak mereka melatih kepekaan mendengar lewat aktivitas seru, seperti melangkah berbareng sembari menebak bunyi alam (burung, angin, alias gesekan rumput), alias mendengarkan lagu anak-anak lampau mendiskusikan maknanya.

6. Berikan Perhatian Penuh Anda

Orangtua tidak bisa menuntut anak mendengarkan jika mereka sendiri sibuk bermain ponsel alias menonton TV saat anak berbicara.

"Penelitian saya menunjukkan bahwa anak-anak usia prasekolah pun memperhatikan ketika orang dewasa tidak sepenuhnya terlibat dalam percakapan mereka," kata Mary Renck Jalongo, PhD, penulis kitab Learning to Listen, Listening to Learn.

Fokuslah pada satu komunikasi dalam satu waktu. Tatap mata mereka, akui apa nan mereka katakan, dan ajukan pertanyaan.

"Anak-anak merasa dihargai dan dinilai tinggi ketika Anda meluangkan waktu untuk betul-betul mendengarkan," pungkas Dr. Jalongo. "Ditambah lagi, mereka belajar untuk membalasnya." (Parents/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia