Harga kedelai impor nan sebelumnya di kisaran Rp10.000-Rp10.500, sekarang terpantau menembus Rp11.000 per kilogram. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kenaikan diduga dipicu gangguan rantai pasokan dunia akibat bentrok di Timur Tengah nan berkepanjangan dan berakibat pada biaya impor. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ditengah berita kenaikan nilai kedelai tersebut, nilai tempe dan tahu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan tetap terbilang stabil. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Para pedagang mengungkapkan, nilai dari pabrik tetap relatif belum ada kenaikan harga. Namun, ada juga nan menganggap ukuran tahu menjadi berkurang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pantauan CNBC Indonesia salah satu pedagang tempe Ipank mengatakan terpaksa menaikan hanya Rp500 perak untuk nilai tempe selenjer dan tahu tidak naik hanya ukuran dikurangi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Tempe kita terpaksa naikin gopek sampai seribu, kita gak naikin gede-gede soalnya nan belinya juga daya belinya sudah lemah. Tempe sekarang kita jualnya Rp8.000 jika beli dua Rp15.000 sebelumnya kita jual satunya Rp7.000 tapi jika tahu kita gak biar seimbang,” kata Ipang (39) penjual sekaligus pengrajin tahu dan tempe di Pasar Minggu. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu keluhan juga dirasakan oleh Sirman pedagang tahu. Selain nilai kedelai dia mengaku mengeluhkan nilai pelastik nan naik. "Harga plastik ditambah kedelai sekarang kita hanya mengurangi untung gak bisa naikin harga. Tahu nan sebelumnya 8x9 diperkecil jadi 9x9". Kata pedagang tahu Sirman. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·