ilustrasi hukuman pengurangan poin.(MI)
PT Liga Indonesia Baru (I.League) mendorong penerapan hukuman pengurangan poin bagi klub nan melakukan pelanggaran serius. Langkah itu menyusul sejumlah kejadian kekerasan nan mencoreng sepak bola Indonesia dalam sepekan terakhir.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyatakan pihaknya mendukung sikap Ketua Umum PSSI Erick Thohir nan meminta seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban, baik di dalam maupun di luar stadion.
Sejumlah kejadian terjadi dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 diserang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10). Sehari berselang, bus rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, nan berada di Cikampek juga diserang di Tol Palikanci KM 200.
Rentetan kejadian tersebut membikin Erick meminta I.League menuntaskan persoalan keamanan sepak bola. Dia apalagi menyatakan PSSI bakal turun tangan andaikan masalah tidak diselesaikan alias kejadian serupa kembali terjadi.
Ferry menegaskan I.League sejalan dengan sikap Erick. Menurut dia, perkembangan positif kejuaraan kudu dijaga agar tidak tersendat oleh tindakan kekerasan.
"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah nan semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir," kata Ferry, dikutip dari laman resmi I.League, Jumat (16/10).
"Semua kemajuan ini kudu kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur," sambungnya.
Ferry juga meminta penegak norma memberikan pengaruh jera kepada pelaku nan mengganggu keamanan sepak bola. Di sisi lain, dia mendorong PSSI memperkuat hukuman terhadap klub nan berangkaian dengan pelanggaran, termasuk melalui pengurangan poin.
"Melihat perkembangan dan potensi bentrok nan mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan balasan perlu diperkuat," ujar Ferry.
Dia menilai hukuman berupa denda alias balasan nan tidak memberikan pengaruh jera perlu dievaluasi. I.League pun menyatakan siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong penerapan balasan nan lebih berat.
"Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong hukuman nan lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub andaikan terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan nan berlaku," tegasnya.
Meski demikian, I.League menjelaskan terdapat perbedaan penanganan antara pelanggaran ketertiban di dalam stadion dan tindak pidana di luar stadion. Pelanggaran keamanan dan ketertiban di stadion maupun area nan tercakup dalam izin pertandingan masuk dalam sistem disiplin sepak bola. Dalam perihal ini, tanggung jawab klub dan akibat hukuman ditentukan berasas ketentuan nan berlaku.
Sementara itu, tindak pidana di luar stadion, seperti penyerangan dan penganiayaan, menjadi ranah penegak hukum, ialah Kepolisian. I.League menegaskan setiap kemungkinan hukuman disiplin terhadap klub tetap kudu mempunyai dasar izin dan didukung pembuktian nan sah. (Ndf/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·